Logo Header Antaranews Sumbar

BPOM Sumbar Temukan Makanan Mengandung Bahan Rhodamin

Rabu, 15 Juli 2015 14:06 WIB
Image Print

Pariaman, (Antara) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat (Sumbar) menemukan dua makanan di Pasar Kota Pariaman yang mengandung bahan Rhodamin.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Gusniyetti Zaunit, di Pariaman, Rabu, menyebutkan bahan itu ditemukan setelah BPOM Sumbar melakukan uji labor pada 3 Juli dengan mengambil sampel sebanyak 44 jenis makan dan minuman secara acak dari pedagang di daerah itu.

"Hasil tersebut baru kita terima, dari hasil uji labor yang diterima memang ditemukan dua jenis makanan yang mengadung bahan rhodamin,"kata dia.

Ia meneruskan, kedua makanan tersebut agar-agar tepung yang berwarna pink dan putih dan cendol delima yang merupakan hasil home industri masyarakat.

Gusniyetti Zaunit menyebutkan, bahan rhodamin yang digunakan pedagang sebagai pewarna sangat berbahaya terhadap kesehatan konsumen. Hal tersebut dilakukan guna untuk melindungi konsumen.

Ia membenarkan, pihak pemkot Pariaman tidak memeberikan sanksi kepada pemilik makanan tersebut, hanya peringatan bersifat persuasif.

Selain itu, dari pengakuan pedagang, barang tersebut bukan milik ia melainkan titipan dari tetangganya untuk dijualkan kembali.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 tahun 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, menyebutkan rhodamin merupakan salah bahan yang dilarang untuk digunakan sebagai bahan pewarna makanan.

Rhodamin merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar atau berfluorosensi.

Selain uji labor yang dilakukan oleh BPOM Sumbar, pihak koperindag kota itu sebelumnya juga telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

"Sebelum BPOM melakukan uji kelayakan makanan, kita juga sudah melakukan operasi penertiban makanan kedaluwarsa,"ucap dia.

Ia juga menyebutkan, sebelum hari Raya Idul Fitri pihak koperindag kota itu akan kembali melakukan razia di beberapa titik pasar tradisional yang ada. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026