
Li Melaju Ke Final untuk Hadapi Azarenka

Melbourne, (ANTARA/AFP) - Petenis China Li Na mengejutkan Mara Sharapova pada Kamis untuk melaju ke final Australia Terbuka melawan juara 2012 Victoria Azarenka. Li, petenis Asia pertama yang mampu menjadi juara tunggal putri di ajang Grand Slam, menghentikan kiprah Sharapova melalui permainan agresif untuk menundukkan juara ajang utama sebanyak empat kali itu, 6-2, 6-2. Petenis China peringkat enam dunia itu, yang mencapai final Melbourna untuk kedua kalinya, sekarang berkesempatan untuk menambahi mahkota Prancis Terbuka 2011nya yang bersejarah, yang membuat tenis semakin populer di negara kelahirannya. "Setelah bermain selama 20 tahun, inilah yang pertama kali dalam hidup saya," ucapnya, ketika ditanyai apakah dirinya memainkan pertandingan yang sempurna. "Pada awal pertandingan saya begitu gugup. Saya gembira dapat kembali ke semifinal, namun untuk beberapa alasan saya benar-benar ingin memenangi pertandingan ini." "Saya tidak tahu apa yang terjadi pada hari ini. Saya hanya datang ke lapangan, merasa seperti, "OK, mari lakukan'. Yeah." Ketika Li berjuang keras menghadapi Sharapova, terjadi drama di semifinal kedua ketika Azarenka gagal memanfaatkan lima match point sebelum kemudian servenya dipatahkan, dan kemudian ia memerlukan sepuluh menit time out untuk mendapat perawatan medis. Ketika ia kembali, dengan kondisi Stephens (19) sedang melakukan serve untuk menjaga peluangnya di pertandingan ini, petenis Belarus itu mematahkan serve lawannya untuk mengamankan kemenangan 6-1, 6-4. "Saya tidak boleh kalah. Saya hanya tidak boleh. Itulah mengapa saya begitu gugup. Saya tidak dapat bernafas di sini," ucapnya. "Ini adalah pencapaian hebat dan saya gembira dapat melaluinya." Pada pertandingan sebelumnya, Sharapova hanya mengalami kekalahan di sembilan game dalam perjalanannya menuju semifinal, yang merupakan rekor baru di turnamen ini, namun Li selalu memberikan ujian berat kepada dirinya meski tertinggal 4-8 dari pertemuan-pertemuan mereka berdua sebelumnya. Dan petenis Rusia itu memulai pertandingan dengan buruk ketika ia melakukan kesalahan ganda dua kali berturut-turut, ketika servenya dipatahkan di game pembuka. Juara turnamen utama sebanyak empat kali Sharapova dapat kembali menduduki peringkat satu dunia, jika ia memenangi gelar Australia Terbuka keduanya, namun namun bola-bola yang dilepaskan Li tidak dapat dikembalikannya. Mendapat manfaat dari latihan kebugaran yang intens di masa liburan di bawah pelatih baru, Carlos Rodriguez, Li tidak direpotkan dengan sengatan panas di Melbourne dan mematahkan serve lawannya untuk kedua kalinya, untuk unggul 4-1. Serve yang ia lepaskan begitu mantap, dan pukulan-pukulan groundstrokenya juga sulit dikembalikan. Dua keputusan video sempat merugikan Li dan Sharapova mendapat keuntungan dari satu service break, namun pada set berikutnya ia kembali takluk. Juara Prancis Terbuka 2011 asal China ini mengamankan set pembuka pada menit ke-48, namun kegagalannya mengatasi pukulan forehand merupakan tanda yang mengkhawatirkan pada awal set kedua. Bagaimanapun, ia dengan mantap mengamankan servenya, dan Sharapova tersandung pada game kelima. Kesalahan ganda Sharapova untuk keenam kalinya memberi Li peluang untuk mematahkan servenya, dan ketika petenis Rusia itu melepaskan pukulan backhand yang keluar arena, Li memimpin 3-2. Ia memimpin 40-15 pada game selanjutnya, namun Sharapova melepaskan sejumlah pukulan kemenangan untuk mencapai break point. Li bangkit untuk semakin mendekati garis akhir, dengan kembali mematahkan serve lawannya dan memimpin 5-2. Li kehilangan match point pertamanya akibat pukulan forehandnya melebar, namun ia menghapus kekecewaan itu dengan memastikan kemenangannya, saat Sharapova menyelesaikan pertandingan dengan melakukan 32 kesalahan. "Saya pikir ia memainkan pertandingan yang benar-benar bagus. Ia tentu saja lebih agresif daripada saya, mendikte permainan," kata Sharapova. "Saya selalu bertahan. Ketika saya memiliki beberapa peluang dan break point di game-game ini maka itu menjadi deuce, saya tidak berpikir satu pun dari mereka benar-benar menjadi jalan saya pada hari ini." (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
