
Bupati: Kemukan Data Riil Saat Sensus Ekonomi
Kamis, 12 Mei 2016 19:10 WIB

Sarilamak, (Antara Sumbar) - Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Irfendi Arbi meminta masyarakat setempat untuk memberikan data riil saat didatangi petugas Sensus Ekonomi (SE) 2016.
"Seluruh masyarakat ketika nanti ada petugas sensus yang datang untuk mendata, berikanlah data yang benar sesuai realita yang ada," kata dia saat dihubungi dari Sarilamak, Kamis.
Ia menambahkan, dalam sensus tersebut tidak mencari pengenaan pajak, akan tetapi untuk mengetahui jenis usaha yang digeluti masyarakat.
Dari hasil Sensus Ekonomi itu, ujar dia, akan tergambar jenis usaha di Kabupaten Limapuluh Kota yang dilakukan oleh masyarakat, tingkat penghasilan, serta perkembangan usaha yang dilakoni.
"Hasil Sensus Ekonomi itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam rangka penetapan kebijakan, baik skala nasional maupun untuk kabupaten," lanjut dia.
Selain itu, Bupati meminta petugas sensus dapat menjalankan tugasnya dengan disiplin serta menjaga sopan santun saat bertemu langsung dengan masyarakat.
"Kepada petugas sensus, utamakan sopan santun saat menemui dan mengunjungi masyarakat. Sebagai pihak yang ingin mendapatkan data dari orang ditemui, harus tahu tekniknya dan situasi kondisi yang akan wawancara itu," tamnah dia.
Kepala BPS Lima Puluh Kota, Heri Sulistiyo menjelaskan pihaknya telah memberikan pembinaan dan pelatihan kepada semua petugas sensus sebelum ia ditugaskan ke lapangan.
Kemudian, pihaknya juga melengkapi fasilitas dan pelengkapan petugas, diantaranya rompi, topi, papan nama, serta surat tugas.
"Sementara, waktu mereka bekerja bisa dari siang sampai malam, tergantung responden. Jadi kami mohon kepada masyarakat dan sesuai himbauan bupati agar dapat mendukung pelaksanaan sensus ekonomi ini," ujar dia.
Ia menyebutkan, hasil sensus tersebut nantinya berguna untuk pelaku usaha juga, bila kondisi perekonomian diketahui, maka kebijakan pelaku usaha akan lebih gampang karena punya dasar yang kuat untuk mengambil kebijakan.
"Terutama menghadapi MEA, semua pihak butuh data perekonomian seluruh indonesia. Semoga hasilnya bermanfaat untuk semua," lanjut dia. (*)
Pewarta: Mardikola Tri Rahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
