
Keluarga: Wendi Masih Dirawat di Rumah Sakit
Senin, 2 Mei 2016 18:42 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Pihak keluarga Wendi Rakhadian, korban penyanderaan oleh Kelompok Abbu Sayyaf di Filipina beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa anaknya masih dirawat di rumah sakit, sesampianya di Jakarta.
"Anak saya masih dirawat di rumah sakit sampai sekarang. Sehingga karena hal tersebut kami masih belum bisa berkomunikasi secara langsung," kata ayah Wendi, Aidil, di Padang, Senin.
Ia menyebutkan, Wendi saat ini ditemani oleh kerabatnya yang tinggal di Jakarta, yaitu Gusrial (40).
"Informasi bahwa Wendi masih dirawat saya dapatkan dari Gusrial, yang merupakan sepupu Wendi," katanya.
Dengan kejadian tersebut, Aidil mengatakan pihak keluarga akan menunggu kepulangan anaknya itu dengan sabar.
"Karena masih dirawat, kami akan bersabar. Rencananya kalau sudah sehat ia akan langsung pulang bersama dengan Gusrial ke Padang," terangnya.
Untuk menyambut kedatangan Wendi, katanya, pihak keluarga berencana untuk mengadakan syukuran di kediamannya Pasar Ambacang, Kecamatan Pauh Padang.
Sebelumnya, Aidil menyebutkan bahwa dirinya terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada 23 Maret 2016. Pada saat itu Wendi memberi kabar sedang berada di perbatasan laut Malaysia menuju Filipina.
"Kapal yang diawaki anak kami bermuatan batu bara dan ini merupakan pelayarannya yang keempat, sementara sebelumnya tidak ada masalah," lanjutnya.
Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pesawat yang mengangkut 10 warga negara Indonesia disandera oleh kelompok perompak Abbu Sayyaf di Filipina mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu malam.
"Pesawat yang membawa 10 sandera ABK tiba pukul 23.30 WIB dengan selamat," kata dia.
Para ABK langsung dibawa menuju Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Retno masih akan melihat situasi pada Minggu malam dan proses selanjutnya, Senin (2/5). Dia memastikan bahwa pemerintah akan melakukan serah terima para korban sandera kepada keluarga masing-masing setelah pemeriksaan kesehatan.
Namun ia tidak menyebutkan waktu penyerahan para sandera kepada keluarga masing-masing. Dia juga belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait pembebasan sandera. (*)
Pewarta: Fathul Abdi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
