Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD Matangkan Program Sumbar Bebas Banjir Bandang

Minggu, 1 Mei 2016 18:39 WIB
Image Print

Padang, 1/5 (Antara) - Program Sumatera Barat (Sumbar) bebas banjir bandang terus dimatangkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memberikan rasa aman pada masyarakat, terutama pada daerah rawan banjir.

"Langkah awalnya adalah dengan penandatanganan kesepahaman antara Pemprov Sumbar dengan 19 kabupaten dan kota. Namun, prosesnya harus melewati koordinasi dengan Biro Pemerintahan dan Biro Hukum sekretariat Provinsi Sumbar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sumbar Zulfiatno di Padang, Minggu.

Ia mengatakan, saat ini draft kesepahaman telah dikoordinasikan dengan Biro Pemerintahan dan sedang dalam revisi ulang oleh BPBD Sumbar.

"Kita memperoleh masukan dan saran dari Biro Pemerintahan. Berdasarkan hal itu, kita revisi kembali isi kesepahamannya," kata dia.

Setelah itu menurutnya, draft kesepahaman itu juga harus dikoordinasikan dengan Biro Hukum agar tidak ada persoalan terkait hukum dikemudian hari.

"Minggu depan kita koordinasikan dengan Biro Hukum. Secepatnya, rencana penandatanganan kesepahaman ini akan dilaksanakan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rumainur mengatakan, cara untuk membebaskan Sumbar dari banjir bandang adalah dengan rutin membersihkan kantong-kantong air di hulu sungai.

"Minimal satu kali atau kalau bisa dua kali setahun," katanya.

Pembersihan itu dilakukan menggunakan sumber daya yang ada di daerah, provinsi dan bantuan dari BNPB.

"Kita juga harus bekerjasama dengan TNI, Polri dan organisasi kemasyarakatan lain untuk mewujudkan ini," katanya.

Ia mengatakan, secara administrasi, Surat Edaran Gubernur terkait pembersihan hulu sungai secara rutin itu, segera dikirimkan ke kabupaten dan kota. Ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesepahaman antara Provinsi Sumbar dan kabupaten/kota.

Ia menjelasksan, banjir di Sumbar dapat dibagi dua jenis yaitu banjir luapan dan banjir bandang.

"Yang berbahaya dan sering mengakibatkan korban jiwa maupun harta benda adalah banjir bandang. Karena itu, kita fokus untuk antisipasi banjir jenis itu," katanya.

Banjir bandang itu, menurutnya disebabkan banyaknya kantong-kantong air di hulu sungai yang jebol saat intensitas hujan tinggi dan lama.

"Akumulasi dari volume air yang tersimpan dalam kantung-kantung air itulah yang menjadi banjir bandang dan sangat membahayakan masyarakat, terutama yang berdomisili di bantaran sungai. Antisipasinya, dengan membersihkan hulu sungai secara periodik," katanya.

Sejumlah daerah di Sumbar, hampir setiap tahun terimbas banjir baik banjir luapan maupun banjir bandang.

Perlu adanya tindakan nyata dari pemerintah untuk bisa mengantisipasi bencana tersebut agar tidak terus berulang.*



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026