Logo Header Antaranews Sumbar

Mobil Sedan Rinsek Akibat Tertabrak Kereta Api

Selasa, 26 April 2016 22:23 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Sebuah mobil sedan bernomor polisi BA 1087 OC rinsek akibat tertabrak Kereta Api Sibinuang di perlintasan rel Perumahan Mutiara Putih, Jalan Adinegoro, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa, pukul 17.30 WIB.

Tokoh masyarakat setempat, Masrial di lokasi, Selasa, mengatakan mobil sedan itu berpenumpang dua orang yang merupakan suami istri.

"Keduanya merupakan warga kami, ia menetap di Perumahan Mutiara Putih, laki-laki bernama Masruri berprofesi sebagai dosen dan istrinya bernama Eva bekerja di Angkasa Pura II," tambahnya.

Sementara itu, warga yang menyaksikan kejadian, Nof, menjelaskan mobil sedan melaju dari Perumahan Mutiara Putih mengarah ke Jalan Adinegoro dan tidak menghiraukan kedatangan kereta api dari Padang menuju Pariaman.

"Padahal tukang ojek sudah meneriaki sopir mobil itu, namun tidak didengar akhirnya tertabrak kereta api," ujarnya.

Menurut, Kapolsek Koto Tangah, Kompol Jon Hendri akibat tabrakan itu korban laki-laki mengalami patah tangan dan dilarikan ke di RSUP M. Djamil untuk mendapatkan perawatan.

"Keduanya dibawa ke rumah sakit, suaminya mengalami patah tulang," kata dia.

Setelah kejadian, lalu lintas di Jalan Adinegoro yang merupakan jalan penghubung Padang-Pariaman macet dan kemacetan bisa diurai Pukul 19.30 WIB setelah mobil derek dari Polresta Padang mengevakuasi mobil sedan naas itu.

Akibat tertabrak kereta api sisi kanan mobil hancur, ban rusak, lampu depan pecah dan gores di beberapa bagian bodi mobil.

Terpisah, Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar, Zainir menjelaskan kedua korban saat ini tengah mendapat perawatan di rumah sakit.

"Keduanya telah mendapat perawatan, terkait biaya perobatan bisa diklaim ke asuransi dan kami akan membantu prosesnya," sebut dia.

Ia menambahkan sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian tidak ada istilah kereta api yang menabrak mobil atau motor namun sebaliknya.

"Hal itu karena kereta api sudah ditetapkan jalurnya dan juga ditiap perlintasan sudah ada rambu-rambu untuk berhati-hati dan kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua," tambah dia. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026