
Zebra di TMSBK Bukittinggi Lahirkan Seekor Anak
Selasa, 12 April 2016 21:25 WIB

Bukittinggi, (AntaraSumbar) - Seekor Zebra Afrika koleksi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, melahirkan satu ekor anak betina pada Senin (11/4) malam.
"Dari pengamatan melalui kamera CCTV, diperkirakan kelahiran anak zebra tersebut terjadi pada Senin (11/4) pukul 23.10 WIB," kata Kepala Bidang TMSBK Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi, Ikbal di Bukittinggi, Selasa.
Ia menambahkan kelahiran anak zebra itu baru diketahui pada Selasa (12/4) sekitar pukul 7.00 WIB saat petugas penjaga satwa hendak memberi makan satwa tersebut.
Anak zebra berjenis kelamin betina itu dan induknya saat ini dalam kondisi sehat dan diawasi oleh petugas kesehatan di objek wisata itu.
"Asupan gizi lebih diperhatikan bagi induknya dengan diberi makanan berupa rumput gajah, buah-buahan dan ampas tahu karena anak menyusu pada induknya," lanjutnya.
Induk betina beserta anaknya juga dipisahkan dari jantannya untuk mengantisipasi prilaku agresif zebra jantan yang mungkin mengganggu zebra betina.
Ia memperkirakan kehamilan induk zebra yang dinamai Mercy tersebut terjadi ketika telah berada dalam perawatan TMSBK.
"Mercy dan zebra jantan bernama Obama didatangkan dari kebun binatang di Batu, Malang, Jawa Timur, pada Mei 2015. Berdasarkan informasi, belum ada kelahiran satwa zebra terjadi di sana sehingga kami perkirakan kehamilannya terjadi di TMSBK. Usia kehamilan zebra sendiri berkisar 10 hingga 12 bulan," jelasnya.
Dengan kelahiran satu ekor zebra betina tersebut, saat ini TMSBK memiliki koleksi sebanyak tiga ekor zebra.
Sementara, sejumlah pengunjung tampak antusias melihat kehadiran penghuni baru kebun binatang tersebut.
Salah seorang pengunjung asal Payakumbuh, Dedi mengaku senang karena berkunjung ke objek wisata itu saat ada seekor satwa yang baru lahir.
"Kebetulan sedang berwisata di sini dan ternyata ada satwa yang baru lahir. Bisa menjadi sarana pendidikan bagi anak saya yang memang cukup antusias memperhatikan prilaku satwa itu," katanya. (cpw)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
