Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Gabah di Sumbar Naik 3,88 Persen

Selasa, 5 April 2016 12:12 WIB
Image Print
Badan Pusat Statistik (BPS). (Antara)

Padang, (Antara) - Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat menyampaikan harga gabah di tingkat petani di provinsi ini mengalami kenaikan 3,88 persen pada Maret 2016.

"Berdasarkan survei harga produsen gabah dari 99 transaksi pada tujuh kabupaten di Sumbar selama Maret 2016, harga gabah kering panen naik dari Rp5.534 per kilogram menjadi Rp5.794 per kilogram," kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando, di Padang, Selasa.

Sedangkan di tingkat penggilingan, harga gabah naik sebesar 4,81 persen dari Rp5.636 per kg menjadi Rp5.854 per kg, ujar dia.

Ia mengatakan survei harga itu dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, dan Pasaman.

Dody menyebutkan pada tingkat petani harga gabah tertinggi terdapat di Kabupaten Solok sebesar Rp6.600 per kg.

Sedangkan harga terendah terdapat di Kabupaten Pasaman senilai Rp4.400 per kg, kata dia lagi.

Menurut dia, berdasarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang pengadaan gabah, beras dan penyaluran beras oleh pemerintah, ditetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang baru berlaku sejak 17 Maret 2015 untuk gabah kering panen (GKP) Rp3.700 per kg di tingkat petani dan tingkat penggilingan Rp3.750 per kg.

Lebih lanjut, ia mengatakan berdasarkan pemantauan belum ditemukan kasus harga gabah yang berada di bawah harga pembelian pemerintah itu.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Hermanto meminta Bulog membeli beras petani lokal di Sumbar sesuai dengan harga pokok penjualan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Apalagi Sumbar juga merupakan lumbung pangan dan pada beberapa kabupaten mengalami surplus beras, sehingga perlu menjadi perhatian Bulog dalam rangka mewujudkan amanat Undang Undang Pangan," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Bulog Divisi Regional II Sumbar menargetkan dapat menyerap beras dari petani setempat sebanyak 8.000 ton pada 2016.

"Ini merupakan salah satu program public service obligation yang ditugaskan pemerintah kepada Bulog, sehingga kami siap menyerap beras petani lokal dengan harga yang sesuai," kata Kepala Bulog Sumbar Benhur Ngkaimi.

Menurut dia, kendati beras petani lokal Sumbar ada yang masuk kategori premium, saat panen sedang melimpah pihaknya siap untuk membelinya.

"Diharapkan petani lokal akan tetap punya motivasi untuk menanam padi," ujar dia lagi. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026