
Pengusaha Diminta Jujur Memberikan Data Saat SE
Senin, 4 April 2016 19:56 WIB

Sarilamak, (Antara) - Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Irfendi Arbi mengingatkan semua pelaku usaha yang ada di daerah itu untuk memberikan data apa adanya atau jujur saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016.
Ia mengatakan hal itu saat membuka Pelatihan calon petugas Sensus Ekonomi 2016 di Tanjung Pati, Senin.
Sehingganya, ujar dia apa tujuan serta harapan kegiatan tersebut dilaksanakan dapat dicapai, salah satunya untuk mengambil kebijakan di sektor ekonomi pada masa yang akan datag.
Untuk mewujudkan hal itu semua petugas sensus harus menguasai aspek teknis, dimana hal itu penting, terutama dalam menghimpun data.
"Data harus sesuai dengan keadaan sebenarnya jangan sampai berlawanan dengan fakta di lapangan," sebut dia.
Selain aspek teknis, petugas juga menguasai aspek non teknis, seperti etika komunikasi, wawancara. Kemudian, pakaian petugas juga harus rapi serta sopan dan ramah dalam berkomunikasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Limapuluh Kota, Heri Sulistio mengatakan petugas Sensus Ekonomi 2016 berjumlah 301 orang, yang terdiri dari 221 Pencacah Sensus Lengkap (PCL) dan 80 Pemeriksa Sensus Lapangan (PML).
Petugas Sensus Ekonomi tersebut dibagi tiga gelombang dan 11 klas. Gelombang I dari 4 hingga 8 April 2016, dimana peserta 113 yang berasal dari Kecamatan Luak, Pangkalan, Akabiluru, Situjuah, dan Harau.
Gelombang II mulai 9 sampai 13 April 2016, dimana peserta 108 yang berasal dari Kecamatan Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Mungka, Gunuang Omeh, dan Kapur IX. terakhir gelombang III dari 14 hingga 18 April 2016, peserta dari Kecamatan Guguak, Bukik Barisan, dan Suliki sebanyak 80 orang.
Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2016 tersebut akan dilaksanakan pada 1 hingga 31 Mei 2016 di 19 kabupaten dan kota di Sumbar. (*)
Pewarta: Mardikola Tri Rahmat
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
