
IDI: Pemerintah Perlu Tingkatkan Teknologi Hadapi MEA
Jumat, 19 Februari 2016 16:07 WIB

Padang, (Antara) - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa pemerintah perlu meningkatkan teknologi dalam bidang kesehatan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini.
"Secara keseluruhan kualitas dokter di Indonesia tidak kalah dari negara ASEAN lainnya, yang kalah teknologinya," kata Koordinator PB IDI untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah Syafruddin Alun, di konfirmasi di Padang, Jumat.
Dia menyebutkan untuk menghadapi persaingan dan potensi masuknya dokter asing saat MEA peningkatan teknologi sangat pentingnya.
Peningkatan teknologi ini katanya meliputi pembaruan alat kedokteran dan fasilitas rumah sakit dengan menyamakan standar dengan internasional.
Selama ini kelemahan di Indonesia yakni tidak standarnya teknologi kesehatan dengan luar negeri.
Akibatnya, sebagian masyarakat tidak memercayai kualitas tenaga kesehatan di Indonesia.
Meskipun beberapa dokter di Indonesia memiliki jam terbang tinggi dalam kesehatan tingkat dunia
"Rendahnya teknologi ini berimplikasi pada bentuk pelayanan kesehatannya," imbuhnya.
Sebab katanya, beberapa sumber daya tenaga yang ada membutuhkan suatu ruang untuk mengembangkan kemampuannya dalam pelayanan.
Bila teknologinya rendah tentunya pelayanan pun tidak maksimal.
"Urusan kesehatan ini harus maksimal tidak boleh setengah karena menyangkut hajat hidup manusia," katanya.
Tentunya dengan adanya indikator kerja sama kesehatan dalam MEA, kami berharap pemerintah telah menyediakan dan mempersiapkan peningkatan teknologi tersebut, Ucapnya.
"Inilah alasan IDI yang menolak secara halus pelibatan aspek kesehatan dalam MEA yakni masih belum memadainya teknologi," Ujarnya.
Sementara itu salah satu warga di Padang Hendrizal berharap IDI sebagai organisasi kumpulan dokter dapat membina tenaga kesehatan yang ramah.
Sebab kata dia, banyak dokter yang kurang ramah saat melayani pasiennya.
Menurutnya perlu ada pelatihan khusus yang digelar IDI untuk membentuk karakter tersebut. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
