Logo Header Antaranews Sumbar

Kemen ESDM: Pemanfaatan Listrik Panas Bumi Minim

Kamis, 28 Januari 2016 20:09 WIB
Image Print

Solok, (AntaraSumbar) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pemanfaatan panas bumi untuk energi listrik dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) masih minim.

"Kapasitas PLTP yang ada saat ini sebesar 1.438,5 Mega Watt, ini baru lima persen dimanfaatkan dari seluruh potensi yang ada," kata Kasubdit Pelayanan dan Bimbingan Panas Bumi, Direktorat Jendral Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Budi Herdiyanto di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis.

Ia menyampaikan hal itu pada acara sosialisasi pengembangan panas bumi di wilayah kerja Gunung Talang-Bukit Kili Kabupaten Solok.

Menurutnya Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar mencapai 29 Giga Watt tersebar di 324 titik dengan pertumbuhan konsumsi energi 8,4 persen per tahun.

Oleh sebab itu pemerintah telah menetapkan target energi terbarukan pada bauran energi nasional 2025 mencapai 23 persen dengan kontribusi panas bumi sebesar tujuh persen, kata dia.

Ia mengakui kendala pengembangan panas bumi memiliki risiko tinggi karena biaya investasi awal yang cukup tinggi.

Namun keberhasilan pengeboran panas bumi akan semakin meningkat seiring dengan dimulainya tahapan dengan komponen biaya eksploitasi 30 persen, ujar dia
"Selain itu ketergantungan energi fosil masih tinggi apalagi harganya masih disubsidi," lanjut dia.

Ia menambahkan untuk mempercepat pengembangan panas bumi telah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2014 tentang Panas Bumi yang menyatakan kegiatan panas bumi tidak masuk kegiatan pertambangan.

Sementara lembaga World Wide Foundation (WWF) Indonesia menilai energi panas bumi dibutuhkan di Tanah Air untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Jika dibandingkan dengan energi fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas, panas bumi memiliki emisi karbondioksida (CO2) yang terendah hanya 0,2 dari batu bara, kata Ring Of Fire Coordinator Climate and Energy Team WWF Indonesia Achmed Shahram Edianto.

Namun ia mengharapkan pengembangan panas bumi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026