Logo Header Antaranews Sumbar

Dosen STKIP-Sumbar Teliti Khasiat Obat Tanaman Mangrove

Kamis, 14 Januari 2016 20:21 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumatera Barat (Sumbar) Rizki, S.Si meneliti tentang khasiat obat sembilan jenis tanaman hutan tepi pantai atau mangrove di Kota Pariaman provinsi tersebut.

"Tanaman yang diteliti tersebut jenis bakau, paku-pakuan dan tanaman dikotil lain yang tumbuh di dalam hutan tersebut," katanya, saat dihubungi di Padang, Kamis.

Dia menyebutkan sembilan tanaman yang menjadi objek penelitian tersebut yakni bola api atau bahasa latinnya "carbera maghas", Jeruju "Achantus", Nipah "Nypa Fructians", Galagah "Flagellaria indica", Cikumpai Cikaro "Lepturus repens", dan waru "Hibiscus tillaceus".

Kemudian jenis tanaman terestrial sikaduduk "melastoma candidum", sakek "asplenium nidus" dan blujua "Achrostichum".

Dari sembilan jenis tanaman tersebut secara kebiasaan atau kearifan lokal masyarakat setempat memiliki khasiat sebagai obat seperti saat melahirkan, demam, maag, panas dalam dan mencret.

Dan khasiatnya telah terbukti di daerah Pariaman tersebut.

"Sebagai contoh jenis tanaman kalimuntung atau bola api yang berkhasiat mengobati penyakit kulit seperti kudis, reumatik, flu dan gatal-gatal," katanya.

Dalam hal ini kata dia, minyak dari biji dan buah tersebut digiling dan disangrai kemudian diperas hingga muncul cairan menyerupai minyak goreng.

Untuk pengobatannya sama seperti fungsi minyak gosok dengan mengoleskan pada titik yang sakit, ucapnya.

Kemudian jenis jeruju atau "Achantus" yang dimanfaatkan seluruh organnya mulai dari daun, batang, bunga dan buah, yang mana khasiatnya untuk bahan mandi wanita setelah melahirkan dengan cara dimandikan.

"Selain sembilan jenis tersebut masih banyak tanaman mangrove lain yang berkhasiat sebagai obat," katanya.

Secara kesehatan modern beberapa tanaman tersebut belumlah terlalu dimanfaatkan namun kepercayaan masyarakat tradisional telah turun temurun, ucapnya.

Sementara itu salah satu pengobat tradisional, Datuak Mawi menyebutkan hampir seluruh tanaman yang tumbuh memiliki khasiat obat.

Tinggal saja kepercayaan dan kemampuan untuk meramunya menjadi obat berkhasiat, imbuhnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026