
Balai BPOM Padang Miliki Bina 13 Desa Paman

Padang, (AntaraSumbar) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang membina 13 desa di provinsi setempat untuk menjadi Desa Pangan Aman (Desa Paman).
"Sepanjang 2015, ada 13 desa yang dibina yang ada di Kabupaten Solok, Lima Puluh Kota, Kota Pariaman, Padang, Bukittinggi dan Sawahlunto," kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Padang Rahilda Murni di Padang, Jumat.
Ia mengatakan pembinaan diawali dengan pemantapan komitmen dengan pemerintah daerah hingga nagari untuk menjadi "Desa Paman".
"Komitmen dari pihak yang dibina tersebut sangat diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan maksimal," katanya.
Proses selanjutnya, ia menambahkan, diberikan pendidikan dan pelatihan bagi para kader untuk kemudian diteruskan ke warga di wilayah pembinaan.
"Pemilihan kader dilakukan oleh wali nagari (kepala desa) setempat dengan kriteria sebelumnya sudah pernah menjadi kader sehingga tanggung jawab yang diberikan BPOM tidak menjadi beban bagi mereka," tambahnya.
Ia menjelaskan setelah pembinaan dilakukan, warga harus mempraktikkan pengetahuan yang diterima dalam kehidupan sehari-harinya.
"Misalnya industri rumah tangga dan pedagang keliling, mereka harus menerapkan penggunaan alat dan bahan yang aman dalam memproduksi pangan yang diperjualbelikan," tambahnya.
Dalam program tersebut, telah menghasilkan tiga "Desa Paman" berprestasi di Sumbar yaitu Nagari Cupak di Kabupaten Solok, Desa Silungkang Tigo di Kota Sawahlunto dan Kelurahan Banda Buek di Padang.
Ia menargetkan pada 2016 akan ada penambahan nagari binaan sehingga diharapkan setiap wilayah yang telah dibina dapat menularkan hasil binaan pada wilayah lain agar dapat memproduksi pangan aman.
Wali Nagari Cupak Dasril mengatakan, warga Cupak sangat mengapresiasi program pembinaan tersebut.
Menurutnya, meski telah beprestasi namun Nagari Cupak masih membutuhkan binaan dari BPOM. Selain itu ia mengharapkan akan ada penambahan wilayah binaan untuk pangan aman ke depannya. (cpw)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
