
KPU Pasaman Selesaikan Distribusi Surat Suara
Selasa, 8 Desember 2015 15:42 WIB

Lubuk Sikaping, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyatakan, telah menyelesaikan pendistribusian surat suara pada 37 nagari, di 12 kecamatan yang ada di daerah itu, satu hari jelang pelaksanaan tahapan pencoblosan 9 Desember 2015.
Ketua KPU Kabupaten Pasaman, Jajang Fadli, di Lubuk Sikaping, Sesala, mengatakan, satu hari jelang hari pencoblosan pilkada di daerah ini, kami telah memastikan semua logistik pilkada sampai di semua nagari, dan disalurkan pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) melalui pihak KPPS setempat.
"Pendistribusian surat suara sudah mulai dilakukan sejak 6 Desember 2015, dan hari ini (8/12) kami pastikan semua surat suara telah sampai di setiap kecamatan bahkan nagari, dan tinggal di distribusikan ke TPS oleh pihak KPPS," kata Jajang.
Ia menambahkan, dalam pengiriman surat suara ke kecamatan, pengawasan dilakukan langsung oleh komisioner KPU, dan pihak kepolisian dari Polres Pasaman, dengan memanfaatkan jasa pihak ketiga yakni PT Pos Indonesia di daerah ini.
"Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, sehingga surat suara yang dikirimkan tetap utuh dan aman," katanya.
Sehubungan dengan itu, jumlah surat suara di daerah itu mencapai 191.748 lembar, berdasarkan jumlah pemilih yang ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yakni 186.760 jiwa ditambah 2,5 persen dari jumlah tersebut, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sedangkan untuk DPTB-1 berjumlah 387 orang, sehingga jumlah pemilih di daerah tersebut menjadi 187.147 jiwa, dari tambahan jumlah DPT sebanyak 186.760 jiwa, yang akan memilih di 641 TPS, di 12 kecamatan.
Sementara itu, terkait persiapan tahapan pencoblosan, KPU setempat saat ini juga tengah melakukan kegiatan monitoring ke setiap TPS yang ada.
"Pada hari ini kami mulai melakukan monitoring, dimana hal ini akan berlangsung hingga 10 Desember 2015, dan pada Selasa (8/12) monitoring dilakukan di Kecamatan Lubuk Sikaping," kata Jajang.
Jajang menambahkan, untuk melakukan monitoring ini, KPU telah membentuk lima tim, yang semuanya akan dibagi ke 12 kecamatan.
"Monitoring ini dilakukan untuk melihat bagaimana pendistribusian logistik di TPS, kesiapan mereka dalam membuat TPS, hingga pendistribusian C6, apakah sudah semuanya didistribusikan apa belum," jelasnya. (eko)
Pewarta: Eko Fajri
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
