
Padang Optimistis Sukses Swasembada Pangan

Padang, (AntaraSumbar) - Pemerintahan Kota Padang optimistis swasembada pangan melalui program nasional Upaya Khusus (Upsus) percepatan swasembada pangan nasional tahun 2017 tercapai bekerjasama dengan semua pihak.
"Perkembangan produksi padi di Padang empat tahun terakhir mengalami peningkatan," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Senin.
Pada tahun 2011 produksi padi sebanyak 74.566 meningkat sebanyak lima persen pada tahun 2012 yaitu memproduksi padi sebanyak 78.699, sedangkan pada tahun 2013 meningkat sebesar 10 persen dengan memproduksi 86.584.
Namun pada tahun 2014 produksi padi meningkat dengan jumlah produksi padi sebanyak 90.063 ton, akan tetapi peningkatan persennya menurun menjadi 4,02 persen.
"Peningkatan produksi padi tersebut disebabkan karena beberapa program dan kegiatan telah diluncurkan oleh pemerintah seperti perbaikan jaringan irigasi tersier, distribusi pupuk, penyuluhan dan pengadaan alat mesin pertanian," katanya.
Selain itu, dalam rangka pencapaian target swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun, TNI AD beserta jajarannya di daerah korem dan kodim telah ikut mengawal kegiatan di lapangan.
Dalam pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2017, Upsus telah meluncurkan beberapa program seperti Pengembangan Optimalisasi Lahan (POL) seluas dua ribu hektare untuk kelompok tani, rehabilitas jaringan irigasi 1.320 hektar untuk 17 kelompok tani dan bantuan alat mesin pertanian.
"Kegiatan perbaikan jaringan irigasi dan POL bertujuan untuk pencapaian target produksi padi Kota Padang tahun 2015 sebesar 86.784 ton, tahun 2016 sebesar 87.691 dan tahun 2017 88.609," ujarnya.
Ia mengakui, hal tersebut merupakan target berat bagi pemerintah untuk mewujudkannya, karena banyak persoalan yang harus diselesaikan di sektor pertanian seperti area pertanian yang semakin menyusut dikarenakan terjadi alih fungsi lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Besli menyebutkan untuk produksi padi ditargetkan pada 2017 sebanyak tiga juta ton gabah.
"Jadi melalui program pemerintah kita telah memberikan bantuan-bantuan sarana produksi berupa bibit, pupuk dan sarana alsintan serta sarana pasca panen untuk mendukung panen," katanya. (cpw9)
Pewarta: Lusyana Nurzid
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
