Logo Header Antaranews Sumbar

Polres Solok Selatan Amankan Kunjungan Menteri ESDM

Jumat, 27 November 2015 16:58 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara) - Kepolisian Resor Solok Selatan, Sumatera Barat, menyiapkan dua pleton polisi untuk mengamankan kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said ke daerah itu yang dijadwalkan tiba pada Sabtu (28/11) pukul 09.00 Wib.

Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan, Kompol Benu Alam di Padang Aro, Jumat, mengatakan personel yang dipersiapkan terdiri dari 63 anggota yang sudah siaga sejak pagi di sekitar lapangan sepak bola Kampuang Baru Pekonina.

Ia mengatakan Sudirman Said dijadwalkan ke Solok Selatan menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan sepak bola Kampuang Baru Pekonina.

Kunjungan itu untuk melihat pengeboran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Supreme Energy Muaralabuh.

"Tugas kita hanya mengamankan kunjungan menteri ke Supreme, sedangkan tujuan lainnya lebih baik tanyakan langsung kepada pihak perusahaan," katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi saat dihubungi mengaku tidak menerima konfirmasi tentang kunjungan Sudirman Said.

"Sebaiknya konfirmasikan kepada Kepala Dinas ESDM setempat untuk lebih pastinya," kata dia.
Sedangkan Kepala Dinas ESDM Solok Selatan, Amril Bakri yang saat ini sedang melakukan pembahasan APBD 2016 bersama DPRD di Padang tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya.

Manager Field Relations PT Supreme Energy Muara Labuh, Yulnofrins Napilus saat dihubungi membenarkan adanya kunjungan Sudirman Said tetapi hanya sebentar.

Ia mengatakan, sebetulnya kunjungan menteri ini hanya untuk melihat proyek panas bumi yang sedang dikelola oleh Supreme.

"Pak menteri hanya melihat proyek yang sedang dikelola Supreme dan ini terkait dengan permintaan kenaikan harga yang diajukan oleh Supreme kepada pemerintah," katanya.

Sebelumnya, PT Supreme Energy Muaralabuh (SEML) Solok Selatan, menyatakan siap memproduksi listrik sebesar 70 Megawatt (MW) pada 2016 jika penyesuaian tarif yang diajukan disetujui oleh pemerintah.

"Hasil tahap eksplorasi sudah kita dapatkan dan perhitungannya cadangan potensi yang bisa kita produksi nanti sebesar 70 Megawatt dan itu baru bisa dilaksanakan jika penyesuaian tarif disetujui pemerintah," kata Manager Field Relations PT Supreme Energy Muara Labuh. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026