
Jamaah Syatariyah Padangpariaman Adakan Ritual Bersafar

Acara bersafar merupakan ritual tahunan yang dilakukan oleh jamaah Syatariyah untuk menziarahi makam Syekh Burhanuddin serta mengunjungi berbagai peninggalan sejarah pengembangan Islam di daerah itu, kata Ketua Panitia Ritual Bersafar Ali Imran,Tuanku Kali di Ulakan Tapakis, Kamis.
Ia mengatakan ritual bersafar yang dilakukan oleh jamaah Syatariyah ini telah ada semenjak 1110 Hijriah yang mana pada tahun tersebut bertepatan dengan satu tahun wafatnya Syekh Burhanuddin.
Setiap tahunnya jamaah Syatariyah yang datang ke Masjid Syekh Burhanuddin mencapai puluhan ribu orang yang berasal dari berbagai daerah di Sumbar, bahkan ada jamaah yang datang dari luar negeri seperti, Malaysia, dan Singapura, katanya.
Menurut Ali Imran, secara garis besar acara ritual tahunan bersafar yang dilakukan oleh jamaah Syatariyah ini dibagi dalam dua agenda yaitu bersafar kecil dan besar. Bersafar kecil dilaksanakan pada 26 November hingga 3 Desember 2015 yang mana kegiatan ini untuk menziarahi kuburan Syekh Burhanuddin sekaligus zikir bersama.
Sedangkan acara bersafar besar, kata Ali, dijadwalkan pada 4 hingga 6 Desember 2015 dimana kegiatannya yaitu mengunjungi jejak peninggalan dan situs sejarah Syekh Burhanuddin seperti pesantren, masjid, rumah, dan lainnya selama beliau berdakwah dalam menyebarkan agama Islam di Sumatera Barat.
Ia berharap dengan adanya ritual bersafar ini jamaah Syatariyah bisa kembali meneladani sosok Syekh Burhanuddin sebagai ulama besar di Sumatera Barat yang dikenal memiliki ilmu agama Islam yang komprehensif, kesabaran yang tinggi, dan kepribadian yang santun dalam menyampaikan dakwah agama kepada jamaah, masyarakat, dan penguasa.
Untuk diketahui kegiatan bersafar yang dilakukan jamaah Syatariah ini murni ibadah dan tidak ada satupun fatwa dari MUI yang mengatakan kegiatan ini menyimpang, karena ada juga anggapan dari masyarakat luar yang mengatakan acara bersafar ini tidak sesuai dengan kaidah Islam, padahal di sini kita bershalawat dan berzikir bersama untuk mendoakan Syekh Burhanuddin diampuni Allah SWT, ujarnya.
Sementara itu, Jamal (65) salah seorang jamaah Syatariyah asal Batusangkar mengatakan kegiatan bersafar ini sudah menjadi agenda rutin yang diikutinya ketika memasuki bulan Safar dalam kalender tahun hijriah.
Kami jamaah dari Batusangkar tiap tahun pada bulan Safar selalu hadir di sini untuk menziarahi makam Syekh Burhanuddin dan mendoakan beliau, ujarnya.
Ia mengatakan selama kegiatan bersafar ini akan bergabung dengan jamaah Syatariah dari daerah lain untuk melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah seperti, sholat, zikir, shalawat, mengaji, dan lainnya.
Kita di sini akan menginap di sekitar masjid raya Syekh Burhanuddin untuk beberapa hari ke depan hingga selesainya kegiatan bersafar ini, ujarnya. (*)
Pewarta: Ilham
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
