
BEI Harapkan Fasilitas "Online Trading" Bantu Edukasi

Jakarta, (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan, fasilitas transaksi saham melalui internet (online trading) yang terus dikembangkan perusahaan sekuritas dapat membantu edukasi pasar modal. "Online trading salah satu fasilitas bagi investor saham di dalam negeri, diharapkan fitur itu bisa membantu edukasi ke masyarakat, penambahan jumlah investor domestik, serta investasi," ujar Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Adikin Basirun di Jakarta, Senin. Dalam sambutan peluncuran "online trading" PT Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), ia menambahkan, dengan fasilitas "online trading" maka akses informasi tentang pasar modal Indonesia maupun global menjadi mudah didapat. Indonesia yang merupakan negara kepulauan, menurut dia, edukasi cara yang paling efektif untuk memberikan edukasi serta informasi yakni melalui internet. Ia menambahkan, salah satu tantangan industri pasar modal Indonesia adalah mengembangkan jumlah investor individual domestik. Saat ini jumlah investor domestik baru mencapai sekitar 400 ribu, jumlah itu cukup minim dibanding masyarakat Indonesia yang mencapai 240 jiwa Indonesia. "Tantangan kita saat ini mengembangkan jumlah individual yang baru 400 ribu-an dibanding penduduk Indonesia sekitar 240 juta jiwa," ucapnya. Adikin mengatakan, Woori Korindo Securities Indonesia yang merupakan perusahaan sekuritas mayoritas sahamnya dimiliki Woori Investment Securities (anak usaha Woori FG), perusahaan konglomerasi keuangan Korea terbesar itu diharapkan dapat mendorong investor Korea datang ke Indonesia. "Woori Korindo bisa juga mengundang investor Korea untuk membuka kesempatan melakukan investasi di Indonesia, jadi bertambah lagi distribusi 'channel' untuk investasi di Indonesia," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur Woori Korindo Securities Jeffry Wikarsa mengatakan, peluncuran sistem "online trading" perusahaan akan menambah fasilitas bagi investor. "Dengan 'online trading' dapat juga memberi kemudahan, keamanan berinvestasi," katanya. Head of Online Trading divison WKSI, Yudhi Aliwiyanto Rusli menjelaskan, pihaknya meluncurkan produk baru "online trading" dengan nama "Win Pro", generasi baru setelah "Win Direct" yang sebelumnya sudah dikembangkan. "Ada beberapa kelebihan 'Win Pro', salah satunya 'trading platform' yang lebih luas. Aplikasi Win Pro tidak sekadar hanya bisa diakses dari komputer, tapi juga bisa melalui BlackBerry, iPhone, iPad, dan Android," katanya. Ia mengemukakan, Win Pro juga bisa diakses melalui web trading system seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, juga Apple Safari. Sistem yang digunakan Win Pro merupakan sistem yang sudah mengikuti standar sistem trading di Korea. Selain itu, Win Pro juga memiliki fitur unggulan yang disebut X-Ray, yang juga disebut fitur analisis sehingga dapat mengarahkan investor dalam bertransaksi," ujarnya. Ia menambahkan, X-Ray juga bisa menginformasikan "order" transaksi saham yang masuk itu riil atau semu, mengarahkan keputusan untuk jual atau beli, dan jumlah volume saham yang dijual atau dibeli. "WKSI yakin, produk baru ini bisa langsung diserap investor terutama investor ritel. Apalagi hanya dengan deposit Rp5 juta. Jumlah itu merupakan jumlah yang kecil untuk kalangan menengah saat ini," kata Yudhi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
