
Ekspor Sumbar Belum Beragam
Jumat, 20 November 2015 10:42 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat (Sumbar) Triyani Susilowati mengatakan bahwa komoditas ekspor provinsi tersebut belum beragam.
"Ekspor Sumbar setiap tahunnya hanya meliputi CPO kelapa sawit, karet serta rempah-rempah," katanya, saat dikonfirmasi di Padang, Jumat.
Dia menyebutkan pada tahun ini saja CPO atau minyak kelapa sawit mencapai 60 persen dari komoditas ekspor Sumbar. Barulah diikuti oleh karet dan komoditas rempah-rempah seperti kayu manis, atau gambir total sebanyak 40 persen.
"Kesemua komoditas tersebut bila dibanding daerah lain masih belum beragam," katanya.
Beberapa potensi ekspor seperti makanan dan bahan kerajinan masih terbatas perseorangan.
Sejauh ini, kata dia, belum ada dokumen resmi yang menjadi bukti adanya ekspor besar dari bahan tersebut.
Justru yang terjadi, imbuhnya, sistem bawaan oleh perorangan ke luar negeri dengan sistem perdagangan tunggal bukan untuk pemasukan daerah.
"Belum beragamnya komoditas ekspor ini akibat beberapa faktor penghambat," ujarnya.
Beberapa faktor penghambat tersebut antara lain masih rendahnya sarana prasarana ekspor seperti pelabuhan Teluk Bayur yang saat ini belum mengalami pembaruan.
Selain itu sumber daya manusia yang berkecimpung dalam bidang tersebut jumlahnya terbatas.
Sumber daya terbatas juga terjadi dalam hal menarik investor luar yang mengakibatkan sulitnya mendapatkan dana lebih, ucapnya.
"Perlu adanya pembenahan menyuluruh pada sektor perdagangan tersebut," kata dia.
Sementara itu pakar ekonomi Unand Prof Elfindri menilai pembenahan sektor perdagangan ekspor di Sumbar perlu menjadi prioritas terutama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Sebab menurutnya dalam MEA mendatang persaingan perdagangan akan melibatkan beragam komoditas. Selain itu arus barang akan semakin kencang akibatnya bila tidak siap hanya akan menjadi konsumen.
"Sudah saatnya Sumbar memunculkan komoditas andalannya yang memiliki nilai jual bersaing," ucapnya. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
