
Afrika Selatan Hadapi Ancaman Lain Kerusuhan Buruh

Cape Town, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Afrika Selatan, Ahad (13/1), menghadapi ancaman baru kerusuhan buruh lebih lanjut, sementara serikat pekerja berikrar akan melancarkan aksi mogok guna memprotes rencana peningkatan tarif listrik. Uni Nasional Pekerja Logam SA (NUMSA) mengeluarkan ancaman tersebut saat perusahaan listrik negara Eskom mempertimbangkan kenaikan 16 persen tarif dasar listrik. Ancaman itu dikeluarkan saat Afrika Selatan masih belum pulih dari dampak kerusuhan buruh tahun lalu, yang melanda beberapa tambang utama. Kerusuhan tersebut mengakibatkan lebih dari 50 orang tewas dan kerugian ekonomi miliaran dolar AS akibat pemogokan pekerja pertambangan. Pengatur Energi Nasional SA (NERSA) berencana menyelenggarakan dengar pendapat di sembilan provinsi negeri itu antara Ahad dan akhir Januari, sebelum kenaikan tarif dasar listrik dinaikkan. NUMSA mengatakan di dalam satu pernyataan pegawainya akan bertugas dalam dengar pendapat tersebut guna menggagalkan rencana Eskom. Sekretaris NUMSA Irvin Jim mengatakan kenaikan tarif daftar listrik akan merusak setiap peluang guna menangani tantangan pengangguran, ketidak-setaraan dan kemiskinan karena tindakan semacam itu akan mengarah kepada hilangnya pekerjaan akibat penutupan tempat usaha. Satu jajak pendapat oleh NUMSA pada November mendapati 37,5 persen perusahaan produksi insentif-energi menduga akan terjadi penutupan kalau rencana Eskom disetujui. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
