Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Instruksikan Puskesmas Lakukan Pelayanan Kesehatan Optimal

Sabtu, 14 November 2015 13:25 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di daerah itu agar melakukan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni di Painan, Sabtu, mengatakan pelayanan optimal itu penting bagi seluruh masyarakat hingga pusat kesehatan yang ada di nagari (desa adat).

Pelayanan optimal dilakukan untuk semua pelayanan kesehatan, baik bagi ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya, maupun ibu melahirkan. Tujuannya agar dapat menekan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI).

Selama ini AKB dan AKI cenderung terjadi di daerah terpencil karena sulitnya akses transportasi dan minimnya pelayanan kesehatan di daerah itu. Untuk meminimalisir kasus tersebut maka pemkab melakukan penataan dengan menempatkan petugas kesehatan ke daerah tersebut.

"Tidak ada lagi alasan petugas kesehatan, baik yang berada di puskesmas maupun bidan desa yang telah ditempatkan hampir disetiap kampung untuk tidak melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan, " katanya.

Tidak saja itu, pemkab setempat juga menuntut setiap puskesmas untuk memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke asyarakat, seperti pelayanan kesehatan terhadap beberapa penyakit yang rawan terjadi pada masing-masing daerah kerja puskemas.

"Ini dilakukan agar pelayanan dan sosialisasi kesehatan dapat menyentuh langsung keseluruh masyarakat, begitu juga terhadap ibu hamil, bayi dan ibu menyusui yang ada di daerah terpencil, " katanya.

Hingga kini jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki kabupaten itu seperti tenaga perawat sebanyak 343 orang, bidan 430 orang, dokter umum 48 orang, dokter gigi 15 orang dan tenaga specialis 18 orang.

Jumlah puskesmas sebanyak 18 unit, 10 unit diantaranya puskesmas rawat jalan dan delapan unit puskesmas rawatan. Pusat kesehatan pembantu (Pustu) sebanyak 91 unit yang tersebar di 15 kecamatan yang ada.

Pemkab setempat juga terus membenahi dan memperkuat fungsi seluruh puskemas yang ada sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan di kecamatan.

Anggota DPRD Pesisir Selatan Asril Dt Putih mengatakan, penempatan bidan desa atau tenaga kesehatan di daerah terpencil harus disertai dengan persediaan sarana dan prasarana.

Ini tujuannya agar bidan desa yang bertugas di kampung-kampung dapat menetap atau tinggal langsung di daerah bertugasnya sehingga pelayanan optimal dapat berjalan. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026