Logo Header Antaranews Sumbar

Abdul Rahman Nilai Pertanyaan Moderator Melenceng

Kamis, 5 November 2015 19:14 WIB
Image Print

Padang Aro, (AntaraSumbar) - Salah seorang calon Wakil Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Abdul Rahman menilai moderator tidak mengerti tentang tema karena pertanyaannya melenceng ketika debat publik pemilihan kepala daerah (Pilkada) setempat.

"Seharusnya pertanyaan tersebut diberikan pada debat ketiga yaitu 14 November 2015 bukan sekarang. Karena tidak sesuai dengan tema yang saat ini dibahas yaitu sosial budaya," katanya saat debat publik calon kepala daerah di Aula kantor bupati setempat, di Padang Aro, Kamis.

Menurut dia, seharusnya pertanyaan fokus pada tema yaitu sosial budaya tetapi yang ditanyakan malah masalah kesenjangan pembangunan antara utara dan selatan.

"Tetapi tidak masalah yang penting kami tetap menyusun program dan membahas tentang sosial budaya saat debat kali ini," katanya.

Moderator debat publik Tamrin Husein saat memasuki sesi kedua yaitu pendalaman visi dan misi mempertanyakan tentang masih belum meratanya pembangunan antara selatan dengan utara.

Tamrin mengatakan, jika pertanyaan yang diberikan ini disusun oleh tim ahli yang sudah ditunjuk oleh KPU sedangkan ia hanya memberikannya pada pasangan calon.

Sementara Ketua KPU Solok Selatan Isyuliardi Maas mengatakan, jalannya debat publik berjalan lancar dan aman walaupun teriakan pendukung masing-masing calon membuat suasana ramai tetapi tidak ada yang rusuh.

"Kami ingin penyelenggaraan pilkada di Solok Selatan menjadi yang terbaik di Sumbar," katanya.

Debat publik yang pertama tersebut dibagi menjadi lima sesi yaitu pertama penyampaian visi misi sesuai dengan topik yang dibahas yaitu sosial budaya.

Selanjutnya pendalaman visi misi oleh moderator dengan masing-masing paslon diberi tiga pertanyaan, ketiga respon terhadap realitas terhadap video yang ditampilkan.

Yang keempat yaitu debat antar pasangan calon dimana pasangan nomor urut satu memberi pertanyaan kepada nomor urut dua dan begitu juga sebaliknya dan terakhir penutup dimana moderator memberi pertanyaan apa yang dilakukan jika paslon menang atau kalah.

Untuk paslon nomor urut satu Muzni Zakaria-Abdul Rahman mengusung visi dan misi Terwujudnya masyarakat Solok Selatan yang sejahtera dan religius. Sedangkan paslon nomor urut dua Khairunas-Edi Susanto mengusung visi dan misi terwujudkan produktif berdaya saing dan sejahtera 2020.

Ia mengatakan, untuk debat publik diagendakan tiga kali yaitu pada 5,10 dan 14 November dan yang pertama ini temanya sosial budaya dengan pesertanya tokoh masyarakat, pemuda serta pendidik dengan jumlah sekitar 400 orang.

Sedangkan yang kedua, katanya, tema yang usung adalah politik dan hukum dengan pesertanya semua partai politik maupun pihak Nagari dan Jorong termasuk Badan Musyawarah (Bamus).

Selanjutnya yang ketiga, katanya, temanya ekonomi dengan peserta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kelompok tanai serta sektor perkebunan.

Ia menyebutkan pertanyaannya disusun oleh sembilan orang tim ahli dari akademisi Universitas Andalas (Unand) dan universitas Negeri Padang (UNP).

Debat publik ini berlangsung aman dan teriakan masing-masing pendukung selama pelaksanaan membuat kehebohan dalam ruangan debat.

Selama debat walaupun panas tetapi tidak sampai terjadi keributan antara tim pemenangan dan hanya teriakan mendukung calon masing-masing yang terdengar. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026