Logo Header Antaranews Sumbar

IDAI Sumbar: Darurat Asap Membuat Anak Stres

Sabtu, 31 Oktober 2015 17:06 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat, menyebutkan bahwa situasi darurat asap di Sumbar bisa membuat anak menjadi stres.

"Bahkan kecemasan yang berlebihan bisa membuat mereka gelisah, mengeluh sakit, mimpi buruk dan susah tidur di malam hari," kata Ketua lDAI Sumbar, Dr. Didik Hariyanto, Sp.A (K) di Padang, Sabtu.

Ia mengatakan apabila kondisi itu menimpa anak maka dianjurkan kepada para orang tua untuk mempertahankan rutinitas keluarga sehingga anak tidak mengalami stres berlebihan.

Kemudian orang tua harus memberikan perhatian lebih dan membantu anak mengembangkan kemampuannya agar anak-anak sibuk.

"Pengembangan kemampuan bisa dengan bermusik, membuat buku harian, sabar menghadapi anak dan memberikan pelukan. Langkah ini akan menenangkan anak," kata dia.

Ia menjelaskan apabila Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada antara 0 sampai 50 masuk kategori baik, dan 51 sampai 100 masuk kategori sedang, direkomendasikan bagi bayi umur 28 hari hingga remaja 18 tahun mengurangi pajanan asap dan menggunakan masker.

Bagi bayi berumur 28 hari hingga 12 bulan perlu pemberian obat dan oksigen sesuai petunjuk dokter. Sedangkan neonatus dari lahir hingga 28 hari harus dievakuasi ke penampungan berudara bersih atau ke lokasi aman atas rekomendasi medis.


Kemudian ISPU 101 hingga 199 masuk ke dalam kategori tidak sehat, maka balita umur 12 bulan hingga remaja umur 18 tahun direkomendasikan mengurangi pajanan asap dan memakai masker.

Dan bagi balita umur 12 hingga 60 bulan pemberian obat dan oksigen sesuai petunjuk dokter. Sedangkan bayi umur 28 hari sampai 12 hari dievakuasi ke penampungan berudara bersih atau ke lokasi aman atas rekomendasi medis.

Ia melanjutkan pada ISPU 200 sampai 299 masuk kategori sangat tidak sehat, anak-anak 5 tahun hingga remaja 18 tahun pemberian obat dan oksigen sesuai petunjuk dokter.


Sementara balita 12 hingga 60 bulan dievakuasi ke penampungan berudara bersih atau ke lokasi aman atas rekomendasi medis.

Sementara itu apabila ISPU lebih dari 300 masuk ke dalaman kategori berbahaya, anak-anak 5 tahun hingga remaja 18 tahun harus dievakuasi ke penampungan berudara bersih atau ke lokasi aman atas rekomendasi medis.

Ia mengatakan semua tahapan ini sudah dikaji dan dikuatkan dengan berbagai sumber seperti yang dikutip dari Seltzer JM, Miller M, Seltzer DL. "Health risk of wildfires for children-acute phase.AAP".2007:1-6.

Dan sumber dari "Manitoba Health. Smoke exposures from widland fires : Interim guidelines for protecting community healt and wellbeing" tahun 2012. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026