Logo Header Antaranews Sumbar

Menlu: Krisis Besar Suriah Jadi Pokok Pembahasan dengan Pejabat Mesir

Jumat, 11 Januari 2013 08:34 WIB
Image Print

Kairo, (ANTARA/IRNA-OANA) - Resolusi damai krisis Suriah menjadi subjek utama pembicaraan dengan para pejabat tinggi Mesir, kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi pada Kamis. Dia membuat pernyataan dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr di Kairo. "Krisis Suriah dapat diselesaikan melalui solusi Suriah-Suriah tanpa campur tangan asing, dan prakarsa Mesir yang melibatkan negara-negara regional utama bagi penyelesaian krisis Suriah merupakan salah satu solusi terbaik untuk krisis." "Untuk itu Iran telah mengundang baik presiden dan menteri luar negeri Mesir untuk mengunjungi Teheran, karena keamanan dan stabilitas Teluk Persia sangat penting untuk Teheran." Salehi memperingatkan tentang plot musuh memecah belah, dan mencatat bahwa Iran telah membayar mahal untuk dukungannya terhadap Palestina. Menlu Mesir, pada bagiannya mengatakan, yang disebut resolusi krisis Suriah sebagai topik utama pembicaraan, mencatat bahwa Iran memiliki peran penting dalam perkembangan regional. "Prakarsa Mesir untuk penyelesaian krisis Suriah dapat membantu menghentikan pertumpahan darah, dan krisis Suriah harus diselesaikan oleh rakyat Suriah sendiri dan negara-negara regional harus mencegah kerusakan lebih parah bagi bangsa Suriah," tambah Kamel Amr. Menteri luar negeri Iran pada Kamis mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Mesir itu mengenai cara-cara untuk meningkatkan hubungan bilateral serta perkembangan regional terbaru, termasuk Suriah. Mereka juga bertukar pandangan mengenai mempromosikan kerja sama di bidang pariwisata dalam pandangan berbagai alasan umum budaya. Kedua menteri luar negeri membahas kerja sama dalam konteks Gerakan Non-Blok (NAM). Sementara itu, Presiden Mesir Mohammed Moursi dalam pertemuan dengan Menlu Iran pada Kamis memuji upaya Iran untuk menghentikan kekerasan di Suriah. "Mesir sangat menentang intervensi asing di Suriah, negara-negara Muslim harus melakukan yang terbaik untuk menghentikan pelanggaran, dan Iran adalah negara besar yang memiliki peran penting dalam membuat perdamaian dan persahabatan antar bangsa," kata presiden Mesir. Moursi mengundang Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad untuk menghadiri pertemuan KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mendatang di Kairo. Selama pertemuan, yang diadakan di ibu kota Mesir, Kairo, Salehi pada bagiannya mengatakan bahwa Iran siap untuk memberikan pengalaman yang telah diperoleh sejak kemenangan Revolusi Islam untuk bangsa Mesir. Dia juga menyampaikan undangan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad kepada presiden Mesir untuk mengunjungi Teheran. Sebelumnya, Salehi mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Mesir dan Utusan Khusus Liga Arab-PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi. Salehi dan Brahimi membahas rencana perdamaian ditata oleh kedua negara Iran dan Suriah untuk mengakhiri konflik di negara Arab. Menteri Iran juga menyuarakan kesiapan Iran untuk membantu menyelesaikan kerusuhan yang sedang berlangsung di Suriah. Isu Palestina juga menjadi agenda utama dalam pembicaraan antara pejabat Iran dan Ketua Liga Arab. Salehi mengunjungi Benin dan Ghana pada Sabtu dan Minggu serta Burkina Fasa pada Selasa. Setelah runtuhnya rezim Hosni Mubarak, para pejabat Iran dan Mesir menyuarakan kepentingan mereka mengenai dimulainya kembali hubungan diplomatik antara kedua negara, dan Salehi resmi mengundang mitra Mesirnya Nabil Al-Arabi untuk berkunjung ke Teheran. Menteri luar negeri Iran dan mantan Menlu Mesir juga mengadakan pertemuan di Bali, Indonesia. Juga, selama KTT Gerakan Non-Blok di Teheran akhir Agustus 2012, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dan timpalannya dari Mesir bertemu untuk mempromosikan hubungan bilateral antara Teheran dan Kairo, serta menekankan perlunya konsultasi lanjutan dalam hal ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026