Logo Header Antaranews Sumbar

Peserta Pilkada Diminta Jangan Andalkan APK

Kamis, 17 September 2015 14:31 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) Nova Indra meminta pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk tidak mengandalkan Alat Peraga Kampanye (APK) dalam mensosialisasikan diri.

"Semangat yang dibangun dalam kampanye Pilkada saat ini, bagaimana calon dekat dengan masyarakat, jangan terlalu fokus terhadap APK," katanya di Padang, Kamis.

Ia menilai, membangun jembatan hati dan mendengarkan aspirasi masyarakat merupakan salah satu bentuk pendekatan diri yang efektif pasangan calon peserta kepada masyarakat.

Dalam hal itu, KPU sebagai peyelenggara Pilkada tentu menjembatani dalam bentuk sosialisasi dengan pemasangan APK dan bahan kampanye yang sudah ditentukan jumlahnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, APK sudah didistribusikan ke kabupaten/kota namun, disejumlah daerah pemasangan APK terkendala oleh Peraturan Daerah (Perda).

Hal itu katanya, jangan sampai menjadi kendala dan mempengaruhi untuk bisa meraup dukungan dari masyarakat, justru dituntut kreatifitas pasangan calon untuk dekat dengan masyarakat.

"Langsung turun kelapangan dan mengedepankan pemikiran untuk memimpin suatu daerah jauh lebih efektif," katanya.

Ia mengungkapkan, pemasangan APK yang terkendala Perda salah satunya yakni di Kota Bukittinggi, yaitu melintangkan spanduk di tiang-tiang listrik karena hal ini diatur dalam perda ketertiban umum. Sedangkan pihaknya merencanakan pemasangan APK tersebut dititi-titik tersebut.

"Kami tentunya tidak ingin melanggar Perda tersebut, untuk itu kami akan mencarikan solusi agar APK ini bisa terpasang. Salah satunya dengan menggunakan konstruksi, dengan bingkai kayu yang ditancapkan ke tanah," jelasnya

Sementara itu, Guru besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Andalas Prof. Saldi Isra menyayangkan dengan peraturan perundang-undangan tentang pembatasan kampanye pasangan calon, karena hal itu dinilai ikut juga berkontribusi terhadap menurunnya partisipasi pemilih.

"Untuk itu, pasangan calon dan tim sukses serta partai politik pengusung harus bekerja ekstra keras terutama dalam menalarkan harapan baru kepada masyarakat," katanya.

Selain itu juga pasangan calon, parpol dan tim sukses, seluruh elemen mulai dari penyelenggara, masyarakat dan pihak terkait lainnya harus bahu membahu membangun kekuatan untuk mendorong partisipasi pemilih. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026