Logo Header Antaranews Sumbar

Penukaran Rupiah Turun di Padang

Senin, 14 September 2015 21:30 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Minat masyarakat Kota Padang untuk menukar Rupiah ke Dolar Amerika Serikat turun sejak nilai tukar mata uang Indonesia tersebut menembus angka Rp14.000.

"Mulai turun sejak seminggu terakhir, rata-rata sehari lima sampai enam transaksi dengan nilai mencapai 1.000 dolar AS," ujar staf salah satu perusahaan penukaran uang PT Uda Metro Money Exchange Anita Rahmi di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena masyarakat berpendapat dolar masih akan terus menguat sehingga lebih memilih untuk menunggu.

Hal yang sama juga terjadi pada perilaku masyarakat dalam berinvestasi yang lebih banyak menunggu perkembangan.

"Masyarakat menunggu keadaan ekonomi regional ke depan," Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Padang Reza Sadat Syahmeini.

Selain itu, katanya, masyarakat juga menunggu keputusan mengenai tingkat suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed (Federal Reserve).

Ia mengungkapkan lemahnya rupiah merupakan saat yang tepat bagi masyarakat untuk melakukan investasi. Keadaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mendukung hal tersebut.

"Saat ini IHSG berada di angka 4,300 turun 16,58 persen sejak 7 April," ujarnya.

Menyinggung tentang investasi, ia mengungkapkan bahwa posisi Sumbar saat ini berada di posisi tujuh nasional untuk transaksi saham.

"Rata-rata transaksi Rp53 miliar per hari, minat masyarakat Sumbar masih lebih besar dari pada Jambi, Sumatera Selatan," ujarnya. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026