Logo Header Antaranews Sumbar

Palang Merah: 10 Warga Kenya Tewas Akibat Serangan Balasan

Kamis, 10 Januari 2013 17:11 WIB
Image Print

Nairobi, (ANTARA/AFP) - Setidaknya 10 orang tewas dan beberapa orang cedera dalam serangan balasan Kamis subuh di delta Tana River Kenya tenggara di satu daerah tempat sejumlah bentrokan meletus tahun lalu, kata Palang Merah Kenya. "Ada 10 orang tewas dan dua luka parah, dengan luka tembak, tusukan pisau dan luka bakar," kata pejabat Palang Merah lokal Caleb Kilunde kepada AFP. Serangan itu terjadi sehari setelah sembilan orang tewas dalam satu serangan. Aksi kekerasan di daerah itu pertama meletus Agustus, yang melibatkan masyakat tani Pokomo melawan tetangga-tetangga mereka Orma dan menimbulkan serangan aksi balasan pembunuhan dan serangan-serangan yang menewaskan lebih dari 150 orang. Aksi kekerasan yang meletus berulang-ulang juga menimbulkan kecemasan atas keamanan dan kurangnya kemampuan polisi di daerah-daerah rawan bentrokan menjelang pemilu yang menurut rencana akan diselenggarakan 4 Maret, dengan polisi menyelidiki para politisi lokal atas tuduhan terlibat dalam kerusuhan. Kepala kepolisian daerah Aggrey Adoli mengonfirmasikan aksi kekerasan baru itu, mengakui ada satu masalah di daerah itu, dan ketegagan tinggi. Serangan-serangan Kamis di desa Kibusu, Pokomo, yang juga membakar 19 rumah itu terjadi setelah serangan Rabu subuh oleh sekitar 100 penyerang di desa Nduru, Orma, yang menewaskan sembilan orang. Dua desa yang masing-masing terletak kita-kira 20 km dari Kibusu yang terletak hanya lima kilometer dari satu blok jalan polisi. Sejumlah personil pasukan keamanan digelar di daerah itu setelah serangan-serangan tahun lalu, tetapi bentroan masih terus berlangsung. Dua kelompok masyarakat itu juga bentrok pada masa lalu, aksi kekerasan yang swring diakibatkan sengketa menyangkut air dan hak-hak mengembala. Tetapi skala dan tingkat dari pembunuhan baru-baru ini -- dengan wanita dan anak-anak dibacok meningkatkan korban pembnuhan atau kebakaran di pondok-pondok mereka -- telah mengejutkan banyak orang, dengan sejumlah masyarakat lokal menuduh para politisi menghasut serangan-serangan itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026