Logo Header Antaranews Sumbar

Satu Titik Panas Terdeteksi di Kuantan Singingi

Kamis, 10 Januari 2013 09:34 WIB
Image Print

Kuansing, (ANTARA) - Satelit NOAA 18 mendeteksi 23 hot spot atau titik panas di wilayah Riau, dan dari 23 titik panas itu terdapat satu titik panas terdeteksi di Kabupaten Kuantan Singingi. "Saya mendapat laporan adanya satu titik yang terdeteksi oleh satelit NOAA 18 berada diwilayah Kuansing, itu terdeteksi pada beberapa hari lalu," kata Kapala Badan Lingkungan Hidup dan Pengembangan Investasi (BLPHI) Kuantan Singingi, Indra Suwandi, Kamis. Dikatakan, satu titik panas dari 23 titik panas terdeteksi di wilayah Riau itu berada di wilayah kuantan singingi. Satu titik panas ini kata Indra merupakan hasil pantauan satelit NOAA-18 pada kurun waktu 5-6 januari. Sedangkan hasil pantauan periode 7-8 januari, Indra mengaku belum mendapat laporan. "Hasil pantauan tanggal 7, 8, 9, 10 Januari diperkirakan diterima beberapa hari kedepan.," kata Indra. Menurutnya, satu titik panas yang terdeteksi satelit NOAA itu berlokasi di Kecamatan Singingi Hilir. Indra juga tidak menampik jumlah titik panas diwilayah Kuansing akan bertambah pada pantauan 7-8 Januari jika kondisi cuaca semakin panas. namun jika ada pergantian cuaca titik hotspot akan berkurang. "Kemungkinan jumlah titik panas akan bertambah pada pantauan pemantauan berikutnya jika cuaca di kuansing tetap panas, terutama bulan Januari. Tapi kami belum menerima hasil pantauan berikutnya," sebut Indra. Kendati demikian, Indra mengaku sejauh ini belum melakukan pantauan lapangan. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan lokasi titik panas di lapangan secara tepat. "Apakah titik panas itu berada di areal perkebunan atau hutan alam, belum tahu pasti," pangkas Indra. Namun demikian pihak bidang lingkungan hidup dan pengembangan investasi (BLPHI) Kuansing akan terus melakukan upaya untuk menjaga agar tidak terjadinya kebakaran lahan dan hutan baik oleh perusahaan maupun oleh masyarakat yang ingin membangun kebunnya dengan cara membakar. "Upaya pencegahan tetap dilakukan, sehingga semua pihak komitmen menjaga lingkungan," janjinya. Dengan adanya satelit NOAA 18 yang selalu memantau adanya titik Hotspot di daerah Kuansing khususnya akan sangat membantu, sehingga pihak BLPHI akan segera mengambil tindakan jika adanya titik Hotspot didaerah ini, terkadang kondisi dilapangan tidan serta merta segera dapat diketahui oleh BPLI. "Dengan adanya pantauan satelit NOAA 18, akan memberikan informasi lebih awal sehingga titik hotsopt dapat diatasi sedini mungkin," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026