Logo Header Antaranews Sumbar

Mentan Klaim Antisipasi El Nino Sejak Awal

Senin, 10 Agustus 2015 13:58 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim pihaknya telah mengantisipasi dampak El Nino sejak awal, yaitu pada Januari lalu.

Sejumlah upaya antisipasi yang dilakukan antara lain pendistribusian pompa air dan perbaikan irigasi tersier.

"Sejak Januari kami siapkan 21.000 unit pompa air dan sudah terdistribusi ke seluruh Indonesia. Kami juga sudah memperbaiki 1,3 juta hektare irigasi tersier," kata Amran dalam jumpa pers tentang penanggulangan bencana kekeringan di Jakarta, Senin.

Khusus untuk menindaklanjuti daerah pertanian yang endemik kekeringan, pihaknya dengan koordinasi kementerian dan lembaga lainnya akan melakukan hujan buatan sebagai upaya penanggulangan dampak El Nino.

"Khususnya daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung dan Nusa Tenggara Barat," katanya.

Lebih lanjut, Amran mengatakan lahan pertanian Indonesia berpotensi mengalami kekeringan hingga 200.000 hektare setiap tahunnya.

Namun, ia menegaskan Indonesia tidak mengalami kekeringan khusus untuk tanaman padi tahun ini lantaran hingga Agustus 2015 sekitar 76,3 persen dari 14 juta hektare lahan telah panen.

"Yang perlu jadi perhatian serius adalah masa panen di puncak kekeringan yakni pada September-Oktober mendatang. Tapi luasnya hanya 2 juta hektare atau sekitar 15 persennya," katanya.

Ada pun sisa 8 persen lahan panen pada November - Desember mendatang dipastikan sukses karena sudah memasuki musim hujan.

"Penting sekali perhatikan yang 15 persen tadi. Mudah-mudahan pusonya tidak lebih dari 100.000 hektare, itu masih angka aman," katanya menekankan pentingnya melakukan antisipasi awal karena bisa memberikan tambahan panen lahan hingga 400.000 hektare saat terjadi puso 97.000 hektare pada 1998. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026