
FIFA Jatuhkan Sanksi Kepada Hungaria dan Bulgaria

Zurich, (ANTARA/AFP) - FIFA menyatakan Hungaria dan Bulgaria akan menjalani laga kualifikasi Piala Dunia mereka pada 22 Maret 2013 nanti tanpa didampingi penonton sebagai hukuman sanksi atas tindakan rasisme pada pertandingan sebelumnya. Otoritas sepak bola dunia tersebut menyebutkan di laga Hungaria melawan Israel pada Agustus 2012 lalu terdapat sekelompok suporter menyanyikan sorakan antisemit dan mempertunjukan berbagai simbol-simbol penghinaan, yang telah diakui dan disesali federasi sepak bola setempat. "Setelah membuat pertimbangan atas kronologi kasus dan dampak atas insiden tersebut Komisi Disiplin FIFA memutuskan pertandingan Hungaria melawan Romania 22 Maret mendatang akan dilangsungkan tanpa penonton," kata Komisi Disiplin FIFA. Komite Disiplin juga memutuskan federasi sepak bola Hungaria diharuskan membayar denda sebesar 33.000 euro (Rp422 juta). Sementara itu hukuman tanding tanpa penonton juga dijatuhkan kepada Bulgaria yang akan menjalani laga kualifikasi melawan Malta pada 22 Maret 2013, setelah pemain Denmark Patrick Mtiliga menjadi target tindakan rasisme sekelompok pendukung tuan rumah di pertandingan Oktober lalu. "Tindakan penuh serangan, diskredit dan diskriminatif dari sekelompok kecil pendukung Bulgaria sungguh memalukan dan jelas sebagai pelanggaran aturan disipliner FIFA, termasuk juga insiden dua kembang api yang dilemparkan ke tengah lapangan tak bisa ditolerir," tambah FIFA. Federasi sepak bola Bulgaria dikenai denda sebesar 29.000 euro (Rp371 juta). FIFA menambahkan bahwa federasi sepak bola kedua negara mendapat peringatan untuk memperhatikan tingkah laku mereka di masa yang akan datang. "Apabila insiden rasisme kembali terjadi, Komisi Disiplin FIFA tidak memiliki pilihan lain selain menjatuhkan sanksi yang jauh lebih berat dapat berupa keputusan hasil kalah dalam pertandingan, pengurangan poin bahkan didiskualifikasi dari kompetisi," demikian FIFA menambahkan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
