Logo Header Antaranews Sumbar

BNPB: Puting Beliung Terjang Pinrang

Selasa, 8 Januari 2013 12:08 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Bencana puting beliung kembali menerjang 11 kecamatan di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (7/1) pukul 21.00 WITA, kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. "Akibatnya satu orang meninggal, satu orang luka ringan dan 697 rumah rusak. Korban meninggal bernama Suryani (40) warga Kecamatan Tempa akibat tertimpa pohon tumbang," kata Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa. Menurut dia, sebaran kerusakan rumah sebagai berikut: Kec. Wakasawito 66 rumah rusak, Kec. Materobulu 50 rumah rusak, Kec. Tiroang 135 rumah rusak, Kec. Tempa 131 rumah rusak. "Kec. Matero Sempa 101 rumah rusak, Kec. Panua 47 rumah rusak, Kec. Ranriskan 83 rumah rusak, Kec. Patapanua 41 rumah rusak, Kec. Lembang 25 rumah rusak, Kec. Paletea 16 rumah rusak, Kec. Tupa 2 rumah rusak," ujar dia. Ia mengungkkan BPBD Kab. Pinrang telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. BPBD berkoordinasi dengan BPBD Prov. Sulsel, SKPD Terkait, TNI, Polri dan warga setempat untuk membersihkan material akibat puting beliung. "Warga mengungsi ke rumah kerabat dekat. Warga yang meninggal sudah diserahkan ke rumah saudaranya oleh BPBD Kabupaten Pinrang. Pendataan masih dilakukan," ucapnya. Sebelumnya, bencana puting beliung telah beberapa kali terjadi di Kabupaten Pinrang selama tahun 2012, seperti pada 1/2 yang menyebabkan 133 rumah rusak dan beberapa kejadian pada bulan Maret, Oktober, Desember yang menyebabkan banyak rumah rusak. Saat ini, lanjut dia, puting beliung menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia. Selama tahun 2012 data sementara terdapat 259 kejadian puting beliung atau 36 persen dari total 729 kejadian bencana yang ada di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan pun cukup besar. Tercatat 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi, 3.885 rumah rusak berat, 1.968 rumah rusak sedang, dan 12.737 rumah rusak ringan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026