
Warga Temukan 18 Mortir di Pesisir Selatan
Rabu, 3 Juni 2015 19:41 WIB

Painan, (AntaraSumbar) - Syafrinal (32), warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menemukan 18 alat peledak jenis mortir sebanyak di semak pebukitan.
Syafrinal di Painan, Rabu, mengatakan alat peledak untuk perang itu ditemukan di sebuah Bukit Kampung Lubuk Cubadak, Nagari (desa adat) Pelangai Ketek, Kecamatan Ranah Pesisir kabupaten setempat, pada Selasa, (2/6).
Selain mortir, ditempat yang sama ia juga menemukan magazin sebanyak empat unit. Semua peralatan perang tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB, pada Selasa. Saat itu dirinya pergi berburu babi di Bukit Lubuk Cubadak, Pelangai Ketek.
Mulanya benda yang pelum pernah dilihatnya itu terlihat hanya beberapa butir tergeletak di tanah yang ditutupi sedikit semak-semak. Saat dihampiri ternyata benda tersebut masih ada yang lain dan tersembunyi di sekitar lokasi.
"Beberapa bagian dari alat tersebut tertutup oleh tanah dan semak-semak.
Khawatir dengan benda tersebut alat peledak maka saya langsung menghindar dan memberitahukan kepada teaman yang lain, " katanya.
Tidak cukup begitu saja, ia langsung meninggalkan tempat itu dan keluar dari hutan
tersebut. Sesampai di Balai Selasa (pusat kecamatan ranah Pesisir), Syafrinal langsung melaporkan temuan benda tersebut ke Komando Rayon Militer (Koramil) Ranah Pesisir.
Pasi Intel Komando Distrik Militer (Kodim) 0311 Painan Kapten Inf B Sagala ketika dikonfirmasi, membenarkan penemuan benda berupa alat peledak jenis mortir tersebut serta magazine oleh seorang warga di semak-semak sebuah bukit di
Kecamatan Ranah Pesisir.
Mendapatkan laporan dari warga atas penemuan bahan peledak itu, Koramil Ranah Pesisir langsung menurunkan beberapa personilnya ke lokasi.
"Beberapa waktu setelah mendapat laporan tentang penemuan alat peledak tersebut, beberapa anggota Koramil yang bertugas serta masyarakat yang menemukan langsung turun ke lokasi sekitar pada Selasa itu. Ternyata benar, di lokasi pihaknyab menemukan mortir sebanyak 18 butir dan empat magazin, " katanya.
Ia mengatakan, ketika ditemukan beberapa mortir masih tergeletak dan terlihat jelas terlihat di atas tanah, sebagainnya lagi masih tertutup oleh rumput-rumput dan
semak di sekitar lokasi.
Untuk sementara semua mortir temuan warga itu telah diamankan di Markas Kodim 0311 Painan. Selanjutnya akan diserahkan ke Detasemen Peralatan (Denpal) untuk diteliti tentang aktif atau tidaknya peralatan perang tersebut. (*)
Pewarta: Junisman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
