
Warga Padang Lakukan Uji Kiblat Sore Ini
Kamis, 28 Mei 2015 13:01 WIB

Padang, (Antara) - Praktisi hisab dan rukyat Muhammadiyah Sumatera Barat, Firdaus AN menyampaikan bahwa masyarakat di Kota Padang dapat menguji ketepatan arah kiblat pada Kamis sore ini pukul 16.18 WIB.
Pada hari ini sekitar pukul 16.18 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Kakbah, dan untuk memastikan apakah arah kiblat selama ini telah benar cukup menghadap ke arah matahari jika ditarik garis lurus akan tepat tiba di Kakbah," kata Firdaus AN, di Padang, Kamis.
Menurut dia, saat itu adalah kesempatan langka karena matahari tepat berada di atas Kakbah, sehingga untuk mengukur arah kiblat dapat dilakukan dengan cara yang sederhana namun akurat.
"Pengukuran dapat dilakukan lima menit sebelum pukul 16.18 WIB hingga lima menit setelahnya, jika matahari tidak terlihat karena hujan, masih dapat dilakukan Jumat besok pada jam yang sama," kata dia lagi.
Ia menjelaskan, arah kiblat di Padang berada pada posisi 65,3 derajat dari utara ke barat, dan 24,7 derajat dari barat ke arah kiblat.
Jika ternyata dari pengujian tersebut ditemukan arah kiblat selama ini kurang tepat, pengurus rumah ibadah dianjurkan tidak perlu mengubah bangunan, tapi cukup mengubah sajadah ke arah yang tepat.
Ia mengemukakan berdasarkan penelitian, sebagian besar arah kiblat masjid dan musala yang ada di Padang saat ini mengalami penyimpangan arah dari yang seharusnya.
"Dari 200 masjid dan musala yang diteliti, hanya sekitar 35 masjid yang benar arah kiblatnya," kata dia lagi.
Menurutnya, penyimpangan arah kiblat tersebut mulai dari satu hingga 40 derajat, sehingga ketika salat tidak lagi tepat menghadap ke arah Kakbah.
Dia menjelaskan pula, berdasarkan perhitungan, jika arah kiblat menyimpang satu derajat saja di Padang, maka akan terjadi pergeseran dari Kakbah sejauh 120 kilometer, dan jika penyimpangannya mencapai 10 derajat maka kiblat akan menghadap melampaui Afrika Selatan.
Ia mengungkapkan, terjadi penyimpangan arah kiblat disebabkan oleh beberapa hal, dan sore ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengujian secara ilmiah.
Dia menyebutkan, penyebab pertama, selama ini pemahaman yang berkembang di Padang arah kiblat selalu menghadap ke barat, katanya lagi.
"Padahal ini keliru, karena yang benar adalah arah kiblat posisinya 24 derajat ke barat," ujar anggota Badan Hisab dan Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar itu lagi.
Kemudian, ada pula yang mematok arah kiblat mengacu pada posisi matahari terbenam, padahal posisi matahari terbenam selalu mengalami pergeseran setiap hari kendati sama-sama di barat.
Berikutnya, ada yang menentukan arah kiblat menggunakan kompas yang dijual di Mekah, padahal data yang digunakan pada kompas yang dijual di Mekah tidak tepat.
Ia menegaskan, jika menetapkan arah kiblat menggunakan kompas yang dijual di Mekah, maka akan menunjukkan arah 80 derajat, padahal yang benar adalah 72,5 derajat.
Lalu, ada pengurus masjid dan musala yang arah kiblatnya tidak tepat akibat kondisi tanah dan bangunan, serta memutuskan kiblat hanya berdasarkan musyawarah tanpa mengunakan metode penentuan yang ilmiah.
Menurut Asril, salah seorang pengurus masjid di Padang, pihaknya akan mencoba untuk menguji kembali apakah arah kiblat selama ini sudah benar.
"Jika keliru akan diluruskan, sehingga salat tepat menghadap Kakbah," kata dia lagi. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
