
ODHA Padang Capai 987 Kasus

Padang, (Sumatera) - Penderita HIV/AIDS (ODHA) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang mencapai 987 orang rentang 1992-2014, sebanyak 77 orang meninggal.
"Kami terus berupaya untuk mengatasi makin banyak yang tertular," kata pengelola program/monev Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Padang, NS. Tria Meidhiky, di Padang, Minggu (10/5).
Ia mengatakan, untuk penderita HIV saja berjumlah 558 kasus dan penderita AIDS berjumlah 429 kasus.
Untuk tahun 2014, katanya penderita Aids berjumlah 61 kasus dan 15 orang yang meninggal, sedangkan untuk HIV ada peningkatan jumlah kasus dibandingkan dengan tahun 2013.
"Pada tahun 2014 terjadi 193 kasus, sedangkan pada tahun 2013 terjadi 164 kasus untuk penderita HIV di Kota Padang," katanya.
Ia menyarankan agar masyarakat mau memeriksakan diri ke rumah sakit atau Puskesmas, karena yang berisiko menderita ODHA bukan hanya terjadi pada pelaku yang beresiko ODHA saja.
"Penderita HIV positif biasanya nampak sehat tanpa gejala apapun, tetapi dapat menularkan virus kepada orang lain," jelasnya.
Perbedaan orang yang terinfeksi virus HIV dengan Aids adalah, kalau penderita HIV positif merupakan seseorang yang tertular virus HIV, sedangkan penderita Aids merupakan seseorang yang menunjukkan gejala atau penyakit yang timbul akibat virus HIV.
Ia mengungkapkan, untuk Kota Padang yang memiliki risiko besar mendapat virus ini adalah, Kecamatan Padang Barat, Padang Utara, Padang Selatan dan Bungus.
Saat ini, sudah ada tujuh Puskesmas yang bisa untuk periksa gratis di Kota Padang, yaitu Puskesmas di Bungus, Pauh, Air Tawar, Lubuk Buaya, Seberang Padang, Andalas dan Lubuk Begalung.
"Kami berupaya pada tahun 2015 ini, seluruh Puskesmas di Kota Padang sudah bisa untuk periksa ODHA," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Murhalion, mengatakan meningkatnya jumlah ODHA di Kota Padang disebabkan oleh masih lemahnya pengetahuan masyarakat terhadap ODHA.
"Semua pihak harus dilibatkan dalam menangani ODHA, seperti Dinas Kesehatan, KPA, masyarakat dan keluarga," katanya.
Ia setuju jika seluruh Puskesmas di Kota Padang bisa untuk tempat periksa HIV/Aids, karena bisa mengetahui kondisi dengan cepat, sehingga tidak menularkan kepada orang lain. (*)
Pewarta: Lusyana Nurzid
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
