Logo Header Antaranews Sumbar

66 Peserta Ujian Paket B Solok Selatan Tak Hadir

Selasa, 5 Mei 2015 18:08 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Padang Aro, (Antara) - Sebanyak 66 orang peserta ujian Paket B di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), tidak hadir pada pelaksanaan ujian hari pertama dan kedua, kata pejabat pemerintahan setempat.

"Peserta ujian Paket B sebanyak 159 orang dan yang datang pada hari pertama dan kedua hanya 93 orang sedangkan 66 lagi tidak datang. Hingga kini kami belum tahu alasannya," kata Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Solok Selatan, Rapendi Yuzuar di Padang Aro, Selasa.

Ia mengatakan, peserta ujian Paket B ini terdiri atas lima Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Solok Selatan.

Keliima PKBM tersebut yaitu Widia Darma Nagari sebanyak 28 orang, Solok Selatan Sejahtera 27 orang, Permata Bunda 33 orang, Madya 11 orang dan Pinang Malako 60 orang.

Sedangkan untuk Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) hari kedua, katanya, berjalan lancar dan aman serta tidak ditemukan kendala dilapangan.

"UN tingkat SLTP hari kedua berjalan lancar dan siswa yang tidak hadir sebanyak enam orang atau sama dengan hari pertama," katanya.

Untuk siswa yang tidak hadir ini, imbuhnya, lima orang di antaranya sudah keluar dan tidak mau bersekolah lagi padahal mereka sudah terdaftar sebagai peserta UN.

Sedangkan satu orang lagi katanya, tidak hadir ujian karena sakit dan kemungkinan akan dilaksanakan ujian susulan.

Sedangkan untuk peserta UN SLTP sederajat tahun ini yaitu SLTP 1.850 siswa, Madrasah tasnawiyah (MTS) 990 orang serta SMP Luar biasa dua orang.

Ia mengatakan, untuk Lembar Jawaban Ujian (LJUN) hari pertama sudah di pusat komputer Dinas Pendidikan Sumbar, sementara LJUN hari kedua sedang dalam pengiriman.

Sedangkan untuk dua sekolah di Lubuak Ulang Aling Kecamatan Sangir Batanghari, katanya, langsung mengantarkan LJUN ke provinsi untuk diperiksa.

"Dua sekolah ini lebih dekat lewat ke Dharmasraya, oleh sebab itu mereka lansung saja ke Padang menyerahkannya," katanya.

Sedangkan yang lainnya, imbuhnya, menyerahkan ke Dinas Pendidikan setempat dan petugas mengirimkannya ke Padang. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026