
Perlu Teknologi Majukan Pertanian Tanah Datar, kata Sultani
Selasa, 5 Mei 2015 16:22 WIB

Batusangkar, (Antara) - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sultani mengatakan, untuk memajukan Kabupaten Tanah Datar yang kaya sumber daya alam pertaniannya maka dibutuhkan teknologi pengolahan hasil pertanian.
"Saya melihat petani di Tanah Datar dalam mengelola hasil pertaniannya baru sebatas memetik buah lalu menjualnya," katanya di Batusangkar, Selasa.
Ia menyebut, petani akan lebih sejahtera bila hasil pertaniannya setelah dipetik harus diolah terlebih dahulu, baru kemudian dijual.
Sultani yang didampingi Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Saidani, mencontohkan ubi jalar dapat diolah menjadi donat, kerupuk, atau kue lainnya, dimana harga jualnya akan lebih tinggi bila dijual mentah.
Kemudian biji kakao, setelah dipetik, dikeringkan, lalu dilakukan pengolahan menjadi coklat baik dalam bentuk cair ataupun padat.
"Untuk pengolahan hasil pertanian yang baik tentu memerlukan teknologi tepat guna, alat, dan sumberdaya petani yang memadai, dimana hal ini dapat dicapai bila ada perhatian dari pemerintah daerah," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Ia menuturkan seandainya teknologi pengolahan hasil pertanian ini mampu berkembang di tengah masyarakat maka tentu akan membuka peluang kerja bagi generasi muda.
Di sisi lain, kata Sultani, Tanah Datar punya potensi kepariwisataan yang perlu dikembangkan. Banyak objek wisata alam dan budaya yang belum dikelola dengan baik serta penambahan infrastruktur pendukungnya seperti sarana olahraga dan kesehatan.
"Objek wisata dan budaya kita masih asli, hal ini menjadi daya tarik para wisatawan, namun bila dikelola dengan baik dan ditambah infrastruktur pendukungnya, maka mereka akan betah disana dan kembali lagi dilain waktu," katanya.
Sementara itu, Pengurus DPD PKS Tanah Datar, Ade Raunas mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan survei elektabilitas figur calon kepala daerah yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Desember 2015.
"Salah satu figur yang punya elektabilitas cukup tinggi itu adalah Anggota DPRD Sumbar Sultani," katanya.
Di samping itu, kata mantan anggota DPRD Tanah Datar ini, partainya juga mengandalkan jalur komunikasi dengan figur-figur yang akan maju sebagai calon kepala daerah.
Ade Raunas mengungkapkan dalam penentuan calon kepala daerah yang akan diusung, PKS tidak ada istilah ada kader partai yang diutamakan atau tidak. Pasalnya yang dilihat hanyalah hasil survei dan keputusan DPP partai.
"Baik internal maupun eksternal partai itu akan disurvei dan kita akan lihat hasilnya. Kemudian akan dipertimbangkan oleh DPP (Dewan Pimpinan Pusat) untuk diputuskan," katanya.
Demikian halnya terkait dengan persyaratan, dimana tidak ada syarat tertentu untuk menjaring bakal calon kepala daerah. Hanya mekanismenya saja yang mungkin berbeda dengan partai lainnya, dimana ada tim khusus yang dibentuk di wilayah atau daerah untuk menangani Pilkada yang namanya Tim Optimalisasi Musyarokah Daerah.
"Kami tidak membuka pendaftaran calon tapi kami melakukan komunikasi kepada setiap figur yang berpotensi menjadi kepala daerah. Cara komunikasi seperti ini tidak akan mengecewakan si figur," Katanya.
Untuk pencalonan kepala daerah, PKS Tanah Datar yang memiliki empat kursi di DPRD harus berkoalisi dengan partai lainnya minimal punya tiga kursi. (*)
Pewarta: Irfan Taufik
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
