Logo Header Antaranews Sumbar

Iran Kecam Saudi Atas Selebaran Benci Persia di Yaman

Rabu, 29 April 2015 07:16 WIB
Image Print

Teheran, (Antara/AFP) - Pejabat tertinggi keamanan Iran pada Selasa menuduh Arab Saudi menggunakan siasat menakut-nakuti zaman perang dingin di Yaman, setelah penyebaran selebaran mengecam "perluasan Persia".

Rujukan itu, pada bahasa dan nama kuno Iran, terdapat pada selebaran kertas putih, yang disebarkan dari pesawat Saudi dalam beberapa pekan belakangan.

Sebagai kekuatan terkemuka Sunni dan Syiah di Timur Tengah, Arab Saudi dan Iran semakin dilihat bersaing untuk berkuasa di kawasan itu, yang tetap dilanda perang dan kekacauan politik.

Kemelut di Yaman, tempat persekutuan negara Arab Sunni pimpinan Saudi melancarkan serangan udara pada 26 Maret terhadap pemberontak Syiah Houthi, yang Riyadh tuduh dipersenjatai Teheran, menunjukkan hubungan memburuk mereka.

"Menyebarkan selebaran itu, karena tidak benar, memiliki tujuan menakut-nakuti orang Yaman," kata Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Negara Tertinggi Iran.

Saksi di Sanaa menyatakan selebaran dijatuhkan selama dua pekan dalam Gerakan Badai Tegas, nama serangan udara itu, yang resmi berakhir pada pekan lalu, tapi serangan udara berlanjut.

Selebaran itu, dalam bahasa Arab, mengatakan, "Saudaraku warga Yaman. Tujuan sebenarnya sekutu adalah mendukung rakyat Yaman melawan perluasan Persia".

Tapi, Shamkhani, penasihat dekat pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, membalas dengan menyatakan Iran membantu di Yaman dengan menentang serangan udara itu dan memberi bantuan.

"Mereka menyatakan saudara Iran adalah satu-satunya yang datang menolong kami dan menerima warga terluka kami," kata Shamkhani mengutip warga Yaman, dengan menggambarkan selebaran itu "menyederhanakan" dan menuduh pejabat Saudi berpikir mundur.

"Itu cara pemerintah Barat untuk menakut-nakuti orang pada masa perang dingin," katanya.

"Tindakan Arab Saudi itu mengulangi kegagalan cara Barat dan menunjukkan berapa usia pikiran politisi Saudi," katanya.

Iran memanggil kuasa usaha Saudi di Teheran pada Jumat untuk menyampaikan keberatan sesudah pesawat tempur kerajaan itu diduga mengusir pesawat bantuan kemanusiaan ke Yaman dari Teheran.

Hubungan terus memburuk antara Iran dengan Saudi akibat pertempuran di Yaman, yang memicu kecaman keras Khamenei dan pejabat tinggi lain.

"Yang pemerintah Saudi lakukan di Yaman sama persis dengan yang rezim Zionis lakukan di Gaza. Itu pembantaian, pemunahan," kata Khamenei pada 9 April.

Pada Senin, kepala Pengawal Revolusi Iran menyatakan kerajaan itu di ambang keruntuhan saat kedudukan Teheran menguat di kawasan, menuduh Saudi menguti jejak Israel dan Zionis dengan membomi Yaman, negara Arab termiskin di dunia. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026