
Iran Kecam Pendekatan Kontradiksi Bahrain

Teheran, (Antara/IRNA-0ANA) - Satu sumber Kementerian Luar Negeri Iran Ahad menginformasikan kecaman pendekatan kontradiktif terhadap pejabat Bahrain mengenai pertarungan kelompok teroris Daesh (ISIS) dan mencatat pendekatan-pendekatan mengindikasikan ketidakpastian Manama tentang perlunya berperang melawan kelompok ekstremis. Kementerian Luar Negeri Bahrain Sabtu membantah laporan oleh "Gulf Daily News" (Persia) yang mengutip Menteri Luar Negeri Sheikh Khaled bin Ahmad Al-Khalifa, mengatakan Manama menyambut keterlibatan Iran dalam koalisi internasional melawan ISIS, yang dilaporkan oleh Kantor Berita Bahrain (BNA). Mengomentari masalah ini, sumber yang tidak disebutkan namanya itu menambahkan, "Sayangnya, mereka yang mendukung kelompok teroris Daesh di masa lalu, sekarang mengaku melawan mereka." "Iran adalah negara pertama yang memperingatkan masyarakat dunia terhadap peningkatan ancaman yang ditimbulkan oleh menjamurnya kelompok teroris seperti di Suriah dan Irak, dan memperingatkan pendukung keuangan dan politik mereka bahwa mereka akan segera menjadi korban tindakan mereka sendiri jika mereka tidak berhenti mendukung mereka," sumber itu menambahkan. Gulf Daily News, Sabtu, mengutip Menteri Luar Negeri Bahrain Shaikh Khalid bin Ahmed Al Khalifa mengatakan, "kesediaan Iran untuk membantu membasmi IS adalah sesuatu yang kita sambut seperti negara-negara lain yang bersedia muncul di Paris untuk menyusun peta jalan." Menurut surat kabar itu, pejabat Bahrain membuat pernyataan itu di "sela-sela seminar yang diselenggarakan oleh mantan Sekjen Liga Arab Amr Moussa di Cultural Hall Isa, Juffair, mengenai gejolak kawasan Arab." Kementerian Luar Negeri Bahrain membantah laporan itu dan kemudian mengatakan itu laporan tersebut "benar-benar palsu." Konferensi Paris akan diselenggarakan Senin dengan partisipasi dari 30 negara di dunia. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
