Logo Header Antaranews Sumbar

Bom Mobil Tewasan 11 0rang di Damaskus

Jumat, 4 Januari 2013 13:01 WIB
Image Print

Amman, (ANTARA/Reuters) - Setidaknya 11 orang tewas dan 40 orang lainnya cedera ketika satu bom mobil meledak Kamis di satu stasiun pengisi bahan bakar minyak di ibu kota Damaskus, kata para aktivis oposisi. Stasiun pengisi bahan bakar minyak itu dipenuhi orang yang antri untuk mengisi bensin yang mulai langka selama perang saudara 21 bulan di negara itu, kata para aktivis oposisi. Serangan bom itu terjadi di distrik Barzeh al-Balad, yang dihuni mayoritas Sunni dan etnik minoritas. Stasiun televisi setengah esmi Sl-Ikhariya menayangkan 10 mayat terbakar dan para petugas Palang Merah mencari para korban di lokasi itu. Para pemimpin Dewan Revolusi yang opposisi di Damaskus mengatakan ledakan itu disebabkan oleh satu "bom mobil". Tidak ada segera indikasi siapa yang mungkin bertanggung jawab atas tindakan itu. Seorang aktivis yang tinggal di daerah itu mengatakan ia melihat ambulan-ambulan membawa mayat-mayat dan orang yang cedera akibat luka bakar sebelum ia diperintahkan oleh pasukan keamanan menjauh dari stasiun bahan bakar minyak itu. Truk-truk menarik kendaraan-kendaraan yang hancur, tambahnya. "Stasiun itu biasanya ramai kendatipun bensin kosong. Banyak orang tidur di sana pada malam hari, menunggu kedatangan pasokan bensin pada pagi hari," kata aktivis yang tidak bersedia namanya disebutkan itu. Ia mengatakan percekcokkan meningkat akhir-akhir ini di stasiun pengisi bahan bakar minyak itu antara milisi yang setia dengan Presiden Bashar al-Assad dan warga yang antri untuk mengisi bensin bagi kendaraan-kendaraan mereka, tetapi tidak diketahui siapa yang melakukan serangan itu. Sementara itu Kantor Berita Suriah SANA mengatakan insiden itu adalah satu "serangan teroris" yang ditargetkan pada satu stasiun pengisi bahan bakar minyak dekat satu rumah sakit. Pihak berwenang Suriah menyebut pemberontak anti-Bashar sebagai "teroris" bersenjata yang dibayai negara asing. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026