Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pesisir Selatan Cegah Berjangkit DBD

Sabtu, 4 April 2015 10:54 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terus berupaya mencegah berjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) terhadap masyarakat di daerah itu. Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Syahrizal Antoni di Painan, Sabtu, mengatakan, pencegahan dilakukan melalui pemberdayaan kader kesehatan dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak petugas medis. Guna mencegah penyebaran penyakit itu juga, pemkab meminta masyarakat untuk mengaktifkan kembali gotong royong dengan melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M+plus, yakni (mengubur, menguras, dan menutup) barang-barang bekas. Pemkab juga melakukan pengasapan atau penyemprotan fogging ke tempat-tempat yang paling rawan bersarang nyamuk. Hal itu sudah dilakukan hampir di seluruh wilayah kabupaten itu dengan sasaran daerah paling rawan bersarang nyamuk. Meski demikian, ia menilai pengasapan (fogging) belum efektif karena hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan yang paling efektif adalah melakukan gerakan PSN karena kegiatan itu dapat memutus mata rantai penyebaran DBD. Pemkab juga melakukan pencegahan lainnya dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh petugas medis di seluruh wilayah hingga pelosok kampung. "Penyebaran DBD juga terkait kecenderungan PHBS masyarakat masih rendah. Apalagi pada hujan yang mengakibatkan bermunculan tempat nyamuk pembawa virus DBD untuk bersarang dan berkembang biak," katanya. Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Irwansyah mengatakan, dari upaya pencegahan atas kerjasama dengan masyarakat yang dilakukan petugas kesehatan selama ini, penderita penyakit DBD telah menunjukan pengurangan jumlah pada 2014 dari tahun sebelumnya. Pada 2014 jumlah masyarakat penderita DBD tercatat sekitar 324 orang. Sementara pada tahun sebelumnya (2013) tercatat sekitar 665 orang. Usia penderita beragam dari anak-anak hingga usia orang dewasa. Menurutnya, dari 15 kecamatan yang dimiliki kabupaten itu, sebanyak lima diantaranya sangat rawan penyebaran penyakit tersebut. Ke lima kecamatan itu yakni Kecamatan Batangkapas, Lengayang, IV Jurai, Bayang dan Sutera. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026