Logo Header Antaranews Sumbar

Padang Gelar Aksi Simpatik Peringati Hari Autis

Kamis, 2 April 2015 10:34 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan sembilan sekolah autis menggelar aksi simpatik dalam bentuk jalan santai dalam rangka memperingati hari autis sedunia yang bertepatan pada 2 April 2015. "Kegiatan jalan santai diikuti sekitar 280 anak berkebutuhan khusus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyandang autis," kata Koordinator Kegiatan, Rahma Teti di Padang, Kamis. Jalan santai melewati rute dari Jalan Bagindo Aziz Chan menuju kantor Disdik Sumbar di Jalan Sudirman dimana sepanjang jalan juga dilakukan pembagian brosur dan informasi tentang autis. Menurut dia, penyandang autis sebenarnya adalah anak yang unik dan sebenarnya mereka mampu berprestasi di sekolah. "Oleh sebab itu semua pihak harus memberikan kesempatan kepada penyandang autis agar mampu berbaur dengan lingkugan," ujarnya. Ia menjelaskan saat ini akses dari pemerintah untuk pendidikan anak autis sudah cukup baik dengan adanya sekolah inklusi dan sekolah khusus autis. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap penyandang autis agar mereka juga dapat hidup mandiri. Sementara, Kepala Disdik Sumbar, Syamsulrizal mengatakan penyandang autis merupakan anak spesial yang diamanahkan Tuhan kepada orang tuanya. Mari Didik mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang agar jadi anak yang bisa mandiri dan juga berguna bagi sesama, ujarnya. Ia menyebutkan saat ini di Sumbar sudah ada enam kabupaten dan kota yang telah menyelenggarakan sekolah inklusi. "Bagi yang menyandang autis ringan dan sedang dapat belajar di sekolah umum, untuk yang berat di sekolah inklusi," lanjut dia. Sebelumnya, Kepala Disdik Padang, Habibul Fuadi mengatakan hingga saat ini telah tersedia 76 sekolah inklusi di kota itu sebagai upaya memberikan kesempatan yang sama pada setiap anak. Untuk tingkat Sekolah Dasar telah tersedia 52 sekolah inklusi, SMP 14 sekolah, SMA 6 sekolah dan SMK 4 sekolah, kata Habibul. Ia menjelaskan sekolah inklusi merupakan sekolah biasa yang mengakomodasi semua peserta didik berkebutuhan khusus untuk dapat belajar bersama-sama dengan siswa yang normal. Dalam menyelenggarakan sekolah inklusi juga disediakan guru khusus agar percepatan proses pembelajaran dapat terwujud bagi mereka yang berkebutuhan khusus, katanya. Ia mengharapkan melalui pendidikan inklusi akan mempercepat penuntasan wajib belajar sembilan tahun bagi semua anak. Selain itu akan menciptakan sistem pendidikan yang menghargai keanekaragaman tidak diskriminatif serta ramah bagi seluruh peserta didik, ujarnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026