
Mahasiswa Siaga di Stasiun UI

Jakarta, (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Indonesia ikut bersiaga bersama para pedagang untuk membantu mengamankan kios mereka di Stasiun UI dari upaya penggusuran yang diduga akan dilakukan pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). "Setiap malam kita ronda bersama pedagang," kata Azhar, salah satu mahasiswa UI dalam diskusi refleksi awal tahun bertema Perlindungan WNI di era reformasi di Jakarta, Rabu. Azhar mengaku, para pedagang di Stasiun UI meminta bantuan mahasiswa untuk memperjuangkan nasib mereka yang akan digusur. Menurut Azhar, para pedagang tersebut mendapat surat dari PT KAI tertanggal 26 November 2012 untuk melakukan pengosongan dan diberikan waktu selama 7x24 jam. Namun pedagang tetap bertahan karena beralasan kios yang mereka tempati dibeli dari pengembang pada 2004 dengan harga sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta dan setiap tahun mereka membayar sewa tanah kepada PT KAI selaku pemilik lahan. "Mereka bukan pedagang asongan atau kaki lima, tapi pedagang yang legal karena membayar sewa," tambah Azhar. Selain di Stasiun UI, mahasiswa juga berjaga di Stasiun Lenteng Agung sejak Sabtu (29/12) malam dengan beberapa pedagang yang masih bertahan. Penggusuran terhadap pedagang di Stasiun Lenteng Agung terjadi pada 30 Desember 2012. Dalam peristiwa tersebut sempat terjadi kerusuhan antara mahasiswa dengan aparat. Anggota DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, PT KAI seharusnya melakukan secara kemanusiaan karena mereka masyarakat yang mencari nafkah. "Seharusnya dibicarakan dulu, buat kesepakatan. Merekakan manusia dan mereka mencari nafkah," kata Fahri. Terkait penggusuran tersebut mahasiswa UI dan para pedagang telah menindaklanjuti ke Komnas HAM. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
