Logo Header Antaranews Sumbar

Masyarakat Diingatkan Tidak Bakar Hutan

Minggu, 22 Maret 2015 10:27 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), kembali mengingatkan masyarakat daerah itu agar tidak membakar hutan untuk beberbagai keperluan, mengingat akan datangnya musim kemarau. "Kita mengimbau masyarakat untuk menghindari kebakaran hutan karena dampaknya sangat buruk. Selain merusak ekosistem di dalam hutan, juga dapat menyebabkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan manusia dan berbagai aktifitas lainnya, " kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Pesisir Selatan Khairul, di Painan, Minggu. Selama ini membakar hutan seringkali dilakukan untuk berbagai keperluan masyarakat seperti membuka lahan baru sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Perlakuan itu sangat merugi terhadap orang lain dan kerusakan lingkungan khususnya kawasan hutan. Membakar lahan pada musim kemarau yang sudah mulai datang ini dikhawatirkan dapat merambat ke hutan di sekitarnya sehingga bisa menimbulkan kebakaran dan menyebabkan rusaknya hutan dan ekosistem di dalamnya. Kabupaten itu sangat rawan akan terjadinya kebakaran hutan karena kondisi areal hutan yang dimilikinya sebagiannya tanah gambut dan kawasan tersebut sangat berpotensi untuk areal perkebunan. Sementara Kepala Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral (Dishut ESDM) Pesisir Selatan Maswar Dedi mengatakan, kabupaten itu merupakan salah satu daerah yang sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Sebagian besar kawasan hutan di daerah itu merupakan daerah perbukitan dengan banyak pohon dan dataran tanah gambut yang mudah dimakan api, apalagi pada musim kemarau. Selama ini, salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan di kabupaten itu adalah ulah manusia dan alam. Disebabkan oleh alam misalnya akibat letusan gunung berapi atau sambaran petir. Satu penyebab tersebut mungkin tidak terjadi karena Pesisir Selatan tidak memiliki gunung merapi. Namun yang sering terjadi di kabupaten itu adalah akibat aktifitas manusia dengan berbagai motif seperti halnya pembukaan areal kebun baru dengan membakar lahan, membuang puntung rokok sembarangan saat berada di kawasan hutan, bekas unggun dan sebagainya. Kebakaran hutan dapat menimbulkan berbagai persoalan yakni kabut asap yang menyebabkan polusi udara. Tidak saja itu, kebakaran hutan juga dapat menyebabkan matinya berbagai tumbuhan dan hewan di sekitar kawasan hutan. Mengingat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan di berbagai aspek kehidupan masyarakat maka langkah tepat yang harus dilakukan yakni pencegahan sejak dini dengan menjaga kawasan hutan agar tidak terbakar. (*/jun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026