
Kerry: AS Harus Berunding dengan Pemerintah Suriah

Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Amerika Serikat nanti "harus berunding" dengan Pemerintah Suriah dalam upaya mengakhiri konflik empat-tahun di negara Arab itu, kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam satu program TV yang ditayangkan pada Ahad (15/3). "Kami harus berunding pada akhirnya," kata diplomat senior AS tersebut kepada CBS News, dalam wawancara saat peringatkan tahun keempat konflik di Suriah, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Ia menambahkan, "Kami sejak dulu selalu bersedia berunding dalam konteks proses Jenewa I." Dua babak pembicaraan perdamaian Jenewa, yang masing-masing diselenggarakan pada Juni 2012 dan Januari 2014, telah gagal mengakhiri pertempuran di Suriah. Sebanyak 220.000 orang telah tewas di negara Teluk tersebut dan tak kurang dari separuh penduduk Suriah dipaksa meninggalkan rumah mereka. Sebanyak empat juta warga Suriah berakhir di berbagai kamp pengungsi di negara tetangga. Kerry menuding tak-adanya keinginan dalam perundingan di pihak Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai pangkal ambruknya babak terakhir pembicaraan Jenewa. Ia berkata, "(Bashar) al-Assad tak ingin berunding. Apa yang kami dorong ialah membuat dia datang dan melakukan itu." "Kami berusaha sangat keras bersama pihak terkait lain untuk melihat apakah kami dapat menghidupkan kembali satu hasil diplomatik," ia menambahkan. "Setiap orang sependapat bahwa tak ada penyelesaian militer; hanya ada penyelesaian politik." Kebijakan Pemerintah Presiden AS Barack Obama mengenai Suriah kian mendapat sorotan tajam baik di dalam maupun luar negeri. Awalnya Pemerintah Obama berkeras mengenai penggulingan Bashar sebagai bagian dari setiap penyelesaian, tapi terus bungkam mengenai masalah tersebut sejak AS melancarkan serangan udara terhadap kelompok fanatik Negara Islam (IS) di Irak dan Suriah tahun lalu. Wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf berkeras bahwa kebijakan AS mengenai Suriah belum berubah. "Kebijakan tetap sama dan jelas: tak ada masa depan buat (Bashar) al-Assad di Suriah dan kami mengatakan begitu sepanjang waktu," kata Marie Harf di akun Twitternya. "@JohnKerry mengulangi kebijakan lama bahwa kami perlu merundingkan proses dengan rejim --tidak mengatakan kami akan berunding dengan (Bashar) al-Assad." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
