Logo Header Antaranews Sumbar

Pemimpin Myanmar Sampaikan Pidato Pertama Tahun Barunya

Selasa, 1 Januari 2013 18:53 WIB
Image Print

Yangon (ANTARA/AFP) - Presiden Myanmar Thein Sein pada Selasa menyerukan agar ada rasa saling percaya antara rezim dan rakyat Myanmar, dalam pidato Tahun Barunya yang pertama kali sejak memerintah pasca-reformasi. Dalam pidato yang disiarkan melalui radio itu, Thein Sein menjanjikan sebuah cara baru untuk berkomunkasi dengan rakyatnya guna menjembatani jarak antara pemerintah dan masyarakat. "Kunci paling penting dalam transisi demokratis Myanmar adalah saling percaya antara rakyat dan pemerintah," katanya. Thein Sein yang mengambil alih pemerintahan Myanmar dari junta militer pada 2011, mengatakan dunia telah terkesan dengan kemajuan dan capaian yang dibuat Myanmar selama setahun terakhir. Sejumlah sanksi yang semula diterapkan kepada negara yang dulunya bernama Burma itu mulai dicabut pada 2012, seiring pembebasan ratusan tahanan politik dan pemilihan parlemen yang memuluskan jalan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Tetapi Thein Sein yang bekas jenderal itu mengingatkan bahwa proses transformasi tidak bisa diiringi dengan sejumlah harapan tidak realistis setelah beberapa dekade dibawah rezim militer. "Apa yang harus pemerintah dan rakyat sadari adalah kesenjangan antara permintaan rakyat dan kapasitas yang bisa diakomodasi oleh pemerintah, saat ini masih ada beberapa aspek yang harus direformasi di Myanmar," katanya. Pada pekan lalu, Thein Sein menyoroti korupsi dalam pidatonya di televisi, sekaligus mengatkaan bahwa pembangunan demokrasi di negara itu bergantung pada tata pemerintahan yang baik. Presiden Amerika Serikat Barack Obama memuji reformasi dalam kunjungan bersejarahnya ke negara itu pada November lalu, tetapi juga mengingatkan bahwa berbagai hambatan yang dihadapi harus terus diatasi. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026