
Dinkes Bukittinggi Imbau Warga Waspada Difteri

Bukittinggi, (Antara) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengimbau masyarakat daerah itu untuk mewaspadai penyebaran penyakit difteri yang kini mewabah di sejumlah daerah di Sumbar. Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Syofya Dasmauli di Bukittinggi, Jumat, mengatakan kasus difteri di kota itu baru satu orang, yakni salah seorang siswa SD di Bukittingi yang statusnya masih suspect. Ia mengatakan, untuk memastikan apakah korban positif atau negatif difteri, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang sedang diperiksa di Kota Padang. Penyakit ini sebelumnya terjadi di Kota padang dan Kabupaten Solok. Namun untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ini, warga diminta untuk melakukan langkah dini mengkonsumsi makanan sehat dan segar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Ia menyebutkan, penyakit difteri adalah jenis menular yang disebabkan oleh corynebacterium diptheriae, menyerang saluran napas bagian atas. Penyakit difteri ini rentan bagi anak-anak, dan bisa juga pada orang dewasa, ujarnya. Gejala penyakit ini, jika orang sudah terinfeksi kuman difteri setelah 2-5 hari akan mengalami gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas. Di antaranya muncul demam tinggi sekitar 38 C, pusing, sakit kepala, sakit waktu menelan, sesak nafas disertai stridor, tampak selaput berwarna putih keabua-abuan di tenggorokan, serta bengkak pada leher, jelasnya. Ia mengingatkan, penyakit difteri merupakan penyakit yang harus diwaspadai, karena penyebarannya sangat cepat dan ditularkan melalui udara, termasuk melalui batuk dan dahak orang yang menderita penyakit ini, bisa menularkan ke orang di dekatnya. Penularan difteri juga bisa secara tidak langsung melalui benda atau makanan yang terkontaminasi, ungkapnya. Untuk mengantisipasinya, ia mengimbau masyarakat agar semua bayikurang dari 1 tahun harus mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap, yakni BCG, DPTHB-HIB, Hepatitis, Polio dan Campak. Kemudian semua anak di bawah tiga tahun harus mendapatkan imunisasi lanjutan atau Booster DPTHB-HIB dan Campak. (**/cpw6/sun)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
