Logo Header Antaranews Sumbar

Pejabat: Distribusi Raskin di Pariaman Belum Maksimal

Senin, 9 Maret 2015 23:00 WIB
Image Print

Pariaman, (Antara) - Pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada 2014 belum maksimal karena kurang tepat sasaran, kata pejabat setempat "Pendristribusian raskin untuk 2014 cukup mengkhawatirkan, karena banyak sekali dijumpai di lapangan yang tidak sesuai atau tepat sasaran sesuai dengan yang telah direncanakan," kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesejahteran dan Sosial, Yeni Gusti di Pariaman, Senin. Ia menyebutkan, semisal Kepala Keluaraga (KK) yang seharunya mendapatkan raskin justru tidak mendapatkannya, sementara itu KK yang dikategorikan ekonomi mampu malah mendapatkan raskin. Ia mengatakan jumlah masyarakat di kota itu yang menerima bantuan raskin untuk 2014 sebanyak 3314 KK, sementara yang terdata oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 4000 KK. Menurutnya kesalahan tersebut berada pada instansi desa, nagari dan BPS yang tidak akurat dalam menghimpun data di lapangan. "Kesalahan ini terjadi karena intansi di nagari, desa dan BPS lah yang tidak akurat dalam menghimpun data. Selain itu ada laporan yang masuk bahwa ada dalam satu KK menerima dua bantuan perbulanya," ujarnya. Ia juga mengeluhkan raskin yang didistribusikan oleh Bulog yang tidak semuanya layak untuk dimakan. Namun, katanya, pihak Bulog akan mengganti beras yang tidak layak makan itu. Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Agus Setyawan Siregar menampik bahwa hampir seluruh beras bulog tersebut tidak layak makan. "Tidak semua raskin itu yang tidak layak makan,hanya ada beberapa karung saja. Misalnya dalam 100 karung beras palingan 1 atau 2 karung saja yang tidak layak makan," katanya. Menurutnya hal itu terjadi karena terkadang ketika pendistribusian terkena hujan dan menyebabkan beras menjadi rusak. (*/cpw11)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026