Logo Header Antaranews Sumbar

40 Polisi Cedera Akibat Bentrokan di Aljazair

Senin, 2 Maret 2015 11:29 WIB
Image Print

Aljiers, (Antara / AFP) - Empat puluh petugas kepolisian cedera setelah bentrokan dengan sejumlah demonstran dalam aksi menentang ekplorasi "Shale Gas" di Sahara, Minggu (1/3), demikian pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Aljazair. "Sebuah bentrokan terjadi di kota In-Salah, aksi itu diprakarsai oleh sekelompok pemuda yang memprotes operasi shale Gas di wilayah tersebut," menurut keterangan dari kementerian itu seperti dikutip AFP, Senin. Sebanyak 40 personil polisi dilaporkan cedera, dua diantaranya dilaporkan terluka parah dari insiden bentrokan itu. Pengunjuk rasa membakar markas Kepolisian distrik dan kediaman Kepala Kepolisian In-Salah sebagai tanda protes, serta sebagian bangunan asrama polisi dan sebuah truk polisi. Pasukan keamanan berhasil mengambil alih situasi dan menertibkan kota, menurut pernyataan itu. Demonstrasi anti Shale Gas di beberapa kota-kota Sahara Aljazair dilaporkan meningkat sejak akhir Desember 2014, ketika perusahaan minyak Aljazair Sonatrach mengumumkan berhasil menyelesaikan pengeboran percontohan pertama di wilayah In-Salah. Awal Februari 2015, pihak Sonatrach mengumumkan adanya pengeboran eksplorasi untuk Shale Gas menggunakan teknologi "hydraulic fracturing" akan berlanjut meskipun mendapatkan protes dari warga sekitar. Demonstrasi menentang eksplorasi Shale Gas itu dilakukan selama dua bulan terus menerus di kota In-Salah, kota terdekat ke lokasi pengeboran. Aljazair melihat investasi besar-besaran dalam gas tersebut untuk mengkompensasi penurunan pendapatan minyak, namun tidak disetujui oleh warga yang tinggal di dekat ladang. Warga mengkhawatirkan konsekuensi operasi pemboran minyak itu terhadap lingkungan. Menurut studi internasional, Aljazair memiliki cadangan terbarukan shale gas terbesar keempat di dunia, setelah Amerika Serikat, China dan Argentina. Shale gas adalah gas alam yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026