Logo Header Antaranews Sumbar

DOW dan S&P 500 Capai Rekor Tertinggi Setelah Kesaksian FED

Rabu, 25 Februari 2015 06:00 WIB
Image Print

New York, (Antara/AFP) - Indeks Dow dan S&P 500 di Wall Street melesat ke rekor tertinggi baru pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen dalam kesaksiannya di Kongres menjanjikan pendekatan hati-hati untuk menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 92,35 poin (0,51 persen) menjadi 18.209,19, mengalahkan rekor Jumat (20/2) sekitar 70 poin, dan indeks berbasis luas S&P 500 naik 5,82 poin (0,28 persen) menjadi 2.115,48, merayap naik ke rekor tertinggi baru. Indeks komposit teknologi Nasdaq naik 7,15 poin (0,14 persen) menjadi 4.968,12. Yellen, membuka dua hari kesaksian kongres, mengisyaratkan bahwa Fed mempersiapkan kenaikan suku bunga tahun ini secara mendalam, bahkan ia pada dasarnya mengesampingkan langkah tersebut sampai Juni. Yellen mengatakan pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan pelemahan siklus dan inflasi terus menurun, memerlukan akomodasi kebijakan yang signifikan. "Ada sedikit sesuatu untuk semua orang dan tidak ada indikasi bahwa kenaikan suku bunga akan segera datang," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities. Saham-saham Eropa juga naik kuat setelah para menteri keuangan zona euro mendukung perpanjangan dana talangan (bailout) Yunani yang akan berakhir pada Sabtu (28/2). Indeks FTSE 100 di London mencapai rekor dan pasar ekuitas di Prancis dan Jerman juga naik. Anggota Dow Home Depot naik 4,0 persen karena laba kuartal keempatnya melonjak 36 persen menjadi 1,4 miliar dolar AS -- hasil yang mengalahkan ekspektasi para analis. Perusahaan juga meluncurkan kenaikan dividen dan program pembelian kembali saham yang baru. JPMorgan Chase, komponen Dow, naik 2,5 persen setelah meluncurkan rencana yang secara signifikan mengurangi kembali simpanan dari nasabah institusi yang telah menjadi mahal di bawah peraturan baru. Jaringan toko serba ada Macys turun 3,2 persen setelah memproyeksikan laba pada 2015 sebesar 4,70-4,80 dolar AS per saham, di bawah perkiraan para analis 4,84 dolar AS per saham. First Solar dan SunPower, dua perusahaan sel surya, keduanya melompat setelah mengumumkan rencana untuk membentuk apa yang disebut "yieldco", kendaraan bersama dari aset tenaga surya terpilih dari masing-masing perusahaan. First Solar naik 10,2 persen, sementara Sunpower naik 18,0 persen. Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS turun menjadi 1,98 persen dari 2,06 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,58 persen dari 2,66 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026