
Gedung Putih Kecam Pemenggalan Warga Mesir

Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat mengecam tindakan tercela kelompok Negara Islam (IS) yang memenggal 21 kaum nasrani warga Mesir di Libya setelah video pembunuhan tersebut beredar pada Minggu. "AS mengecam tindakan tercela dan pembunuhan pengecut terhadap 21 warga Mesir di Libya oleh kelompok -- yang terkait terorisme," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengacu pada ekstimis IS. "Kebengisan ISIS tak terbatas. Bukan paksaan keyakinan, sekte atau suku bangsa," Earnest menambahkan. Tindakan berdarah itu menurutnya makin menyatukan masyarakat dunia untuk menentang ISIS. Kelompok Negara islam di Libya mengedarkan rekaman video yang memperlihatkan pemenggalan terhadap 21 warga Mesir dari kelompok Nasrani Coptic, yang memicu ancaman dari Presiden Mesir untuk memberi hukuman setimpal terhadap para pembunuh itu. Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengatakan bahwa negaranya akan memberikan "hukuman terhadap para pembunuh" ketika mengadakan pertemuan dengan kepala keamanan serta mengumumkan masa berkabung tujuh hari setelah rekaman video itu beredar di jejaring sosial. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry "mengecam keras aksi teror tak terpuji" itu dan menyampaikan belasungkawanya ketika menelepon Menlu Mesir Sameh Shoukry. Kerry berjanji akan berada bersama Mesir ketika negara itu memutuskan suatu tindakan, sumber utama di Kementerian Luar negeri menyatakan. Gambar video itu mempertontonkan para tawanan mengenakan baju terusan warna jingga yang dipancung oleh algojo berbusana hitam di sebuah pantai yang di sebut berada di wilayah Tripoli, Libya. "Aksi ini makin menegaskan darurat politik untuk menyelesaikan konflik di Libya," kata Earnest. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
